Beirut, Gontornews — Pemimpin Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah, mengatakan bahwa sudah waktunya bagi sekutu Iran untuk mulai membalas dendam atas kematian Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Ahad (12/1).
“Saya percaya, ini saatnya sumbu perlawanan untuk mulai bekerja,” kata Sayyed Hassan Nasrallah dalam pidatonya hari Ahad (12/1).
“Saya mengusulkan sebuah perlawanan guna mencapai tujuan besar dan serius,” tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam menanggapi kematian Jenderalnya, Iran meluncurkan rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak, Rabu (8/1). Pemimpin Tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menilai Iran baru melakukan tamparan muka kepada Amerika Serikat seraya menjadikan serangan tersebut sebagai peringatan bagi pasukan AS untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Sayyed Hassan Nasrallah juga mengutarakan bahwa pekan lalu, sekutu Iran, yang meliputi Suriah dan sejumlah kelompok paramiliter di Irak dan Suriah, berencana untuk melakukan serangan balasan sebagai respon terhadap kematian Soleimani.
Sayyed Hasan Nasrallah juga membantah tudingan Amerika Serikat bahwa Jenderal Iran tersebut berencana unutk meledakkan kedutaan besar AS di Irak. Sebelum Soleimani terbunuh, Presiden Donald Trump menuding Soleimani hendak meledakkan kedutaan besar AS di Irak.
“Trump berbohong kepada rakyatnya. Qassem Soleimani tidak berencana untuk meledakkan kedutaan besar Amerika,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui Amerika Serikat, Hezbollah yang bermarkas di Lebanon, bertanggung jawab terhadap insiden bom bunuh diri yang menghancurkan markas milier AS di Beirut pada Oktober 1983 yang menewaskan 241 prajurit AS.
Selain di markas militer AS, aksi bom bunuh diri pada waktu yang sama juga terjadi di Kedutaan Besar AS di Lebanon. [Mohamad Deny Irawan]






















