pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 13 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Historitas Wabah Ta’un dan COVID-19

Nurizal Ismail, Direktur Pusat Studi Kitab Klasik Islam dan Kepala Unit Pemberdayaan Masyarakat Tazkia

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
23 March 2020
in Kolom
0
Penanganan Virus COVID-19 di Indonesia. (Foto: RRI)

Penanganan Virus COVID-19 di Indonesia. (Foto: RRI)

Novel Coronavirus Disease (nCov 2019) atau COVID-19 merupakan wabah penyakit dengan penyebaran tercepat hampir di seluruh dunia. Beberapa negara di dunia sudah memberlakukan lockdown bagi warganya seperti Malaysia ataupun Cina yang jadi empunya COVID-19. Ada pula negara yang tidak memberlakukan lockdown seperti Korea Selatan atau masih memikirkannya seperti Indonesia ataupun Brazil.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, melansir jika total kasus virus corona Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 300.000 kasus dan menewaskan lebih dari 12.000 jiwa di seluruh dunia.

Dalam sejarah Islam, wabah pertama yang terkonfirmasi di di zaman khalifah adalah Ta’ȗn Amwas di Syam. Dikisahkan bahwa wabah atau Ta’ȗn ini mengakibatkan kematian sekitar 30 ribu orang. Kala itu, Khalifah Umar bin Khattab diceritakan sangat sedih karena sahabat-sahabatnya seperti Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, dan Suhail bin Amr telah meninggalkan meninggal akibat wabah tersebut.  Ta’un sendiri merupakan penyakit menular yang menyebabkan benjolan diseluruh tubuh. Dalam kondisi terparah, benjol tersebut akan pecah dan menyebabkan pendarahan.

Wabah Tā’ȗn di awal sejarah Islam tersebut benar-benar menjadi perhatian khusus bagi sejumlah sarjana Muslim, yang mana identitasnya menjadi masalah yang tidak jelas (kabur) bagi sarjana modern. Akar kata Tā’ȗn berasal dari ism al-mubālaghah (sebuah bentuk yang berma’na ism fa’il yang menunjukkan bertambah kuatnya sifat pada yang disifati) dari kata kerja Tā’ana yang berarti menembus atau menikam.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Dalam kitab ‘Umdatul Qāri Syarh Shahih al-Bukhari’, merupakan kitab syarah bagi kitab Shahih al-Bukhari, al-Imam Badr al-Din al-‘Aini (855H), seorang ulama bermazhab Hanafi, menjelaskan bahwa Tā’ȗn merupakan bentuk wazn fā’ulun dari kata Ta’ana yang berarti menyebabkan kematian yang banyak. Sedangkan secara istilah, Ibn ‘Atsir dalam kitabnya menerangkan bahwa  Ta’un adalah wabah yang merusak udara dan berdampak pada kerugian tubuh. Sedangkan Ibnu ‘Arabi menjelaskan Ta’un adalah penyakit menular pencabut ruh seperti penyakit pada tenggorokan karena banyak yang menimpanya dan cepat membunuh manusia.

Masih dalam kitab ‘Umdatul Qāri’, Qadhi Iyadh mengatakan Ta’un berasal dari luka-luka yang keluar dari tubuh manusia dan wabah itu banyaknya penyakit yang menyebar dan atau menular. Begitu juga dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani dimana ia menukil pendapat Qadhi Iyadh yang mengatakan “setiap Ta’ȗn adalah wabah dan tidak semua wabah adalah Ta’un.” Jadi Ta’un ini merupakan suatu istilah khusus yang disampaikan Rasulullah SAW karena memiliki arti penting dalam sejarah Islam.

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ziyad bin Ilaqah dari seorang laki-laki dari abu Musa ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: ”Kehancuran  umatku adalah karena Ta’n (fitnah) dan Ta’un.” Kemudian ditanyakan kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah SAW mengenai al-Ta’n kami telah mengetahuinya, namun apakah yang dimaksud dengan Ta’un?” Beliau menjawab, “Tikaman musuh dari golongan jin. Dan keduannya termasuk mati Syahid.” Penjelasan hadist yang lain tentang Ta’un adalah “Madinah dan Mekah, di setiap pintu masuknya dijaga oleh malaikat, tidak dapat dimasuki Dajjal dan Ta’un.”

Sebagian ulama menyebutkan bahwa Mekah pernah terserang wabah Ta’un pada tahun 749 H. Ibnu Hajar Al-‘Asqalānī menjawab tentang hal tersebut. Menurutnya, itu bukanlah Ta’un, tapi wabah lain. Selanjutnya dalam kitab ‘Bazlul Ma’un fi Fadhlil Ta’un’ ia menambahkan bahwa Tā’ȗn adalah penyakit yang lebih khusus dari pada wabah. Sehingga ia mengatakan tidaklah tepat jika setiap wabah dimaknai Tā’ȗn. Namun sebaliknya, setiap T’un adalah wabah (hal. 104). Jadi bisa disimpulkan bahwa wabah COVID-19 yang terjadi saat ini bukanlah Tā’ȗn melainkan hanya satu dari sekian wabah penyakit yang menyebar di seluruh dunia.

Mengenai hal tersebut, ada sejumlah langkah pencegahan wabah, yakni: (1) menutup bejana-bejana dan tempat-tempat minum; (2) bersabar & ikhlas; (3) tetap tinggal di rumah ketika wabah menyebar dan atau tidak bepergian untuk menghindari wabah dan; (4) tidak bepergian ke lokasi wabah untuk mencegah penularan lebih meluas.

Langkah pencegahan pertama disampaikan oleh Jabir bin ‘Abdullah saat mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Tutuplah bejana-bejana, dan ikatlah tempat-tempat minuman, karena di suatu malam pada setiap tahunnya akan ada wabah penyakit (berbahaya) yang akan jatuh ke dalam bejana dan ke tempat-tempat air yang tidak tertutup.”

Langkah pencegahan kedua disampaikan oleh Sayyidah Aisyah kala bertanya kepada Rasulullah Saw tentang Ta’un. Rasulullah Saw menjawab bahwa Ta’un merupakan siksa yang diturunkan Allah swt kepada yang dikehendaki-Nya. Di sisi lain, Ta’un juga dapat dijadikan sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Jika seseorang tertimpa wabah Ta’un lalu ia menetap di daerahnya dengan sabar dan ikhlas serta menyadari bahwa tidak ada wabah yang mengenai dirinya kecuali karena Allah swt, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala selayaknya orang yang mati syahid.

Rasulullah SAW bersabda: “ Sayyidah Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah Saw tentang Ta’un. Beliau menjawab bahwa Ta’un adalah siksa yang diturunkan Allah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Juga sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Orang yang ditimpa Ta’un, lalu ia menetap di daerahnya dengan sabar dan ikhlas, dan ia menyadari bahwa tidak ada yang akan menimpanya kecuali yang sudah ditentukan oleh Allah, maka orang itu akan mendapatkan pahala sebagaimana yang diterima oleh orang yang mati syahid. (HR Bukhari).

Langkah pencegahan ketiga disampaikan oleh Abu Ubaidah di Amwas, Syam. Ia mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda sekaligus memerintahkan mereka yang mengalami wabah untuk tetap tinggal di wilayahnya dan tidak bepergian kecuali untuk hal-hal penting.

Rasulullah SAW bersabda: ”Bila kalian mendengar penyakit (menular) Ta’un di sebuah tempat, maka janganlah kalian mendatangi tempat itu. Dan jika penyakit itu terjadi di tempat sementara kalian berada di dalamnya (tempat penyakit itu) maka janganlah kalian lari (keluar) darinya.”

Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa pelarangan mendatangi tempat penyakit itu dimaksudkan sebagai antisipasi agar ia wabah tersebut  menjangkiti siapapun yang masuk ke wilayah itu. Sementara peralangan mereka yang berada di wilayah tersebut untuk keluar adalah agar agar orang-orang lain di luar wilayah itu tidak terjangkiti penyakit Ta’un. Langkah ketiga ini lebih mengarah ke langkah antisipasi atau dalam Bahasa Usul Fiqh-nya, Saad Al-Dzarī’ah.

Masih dalam kitab yang sama, Ibnu Hajar menjelaskan pendapat Amru bin ‘Ash yang mengatakan “Wahai manusia, sesungguhnya penyakit ini (wabah) apabila menimpa maka ia akan bekerja bagaikan bara api maka bentengilah dari penyakit ini dengan berlari ke gunung-gunung.” (hlm 163).

Dengan demikian, banyak negara sudah mengeluarkan kebijakan demi mencegah penyebaran COVID-19 secrara lebih masif. Akan tetapi, langkah-langkah preventif itu sudah sepatutnya dilakukan demi kemaslahatan suatu negara.

Andai sudah terjangkit, maka sebaiknya negara memberlakukan isolasi agar penyebaran virus tidak meluas. Bisa saja, kebijakan ini diterjemahkan dengan mengurangi kontak fisik, menjauhi tempat keramaian atau tidak keluar dari ramah dan memberlakukan jarak social atau Social Distancing Measure.

Bagi para pasien yang terkena wabah, maka bersabarlah. Sabar merupakan buah dari keimanan sekaligus ketakwaan. Makin sebar seseorang, makin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Jika dia sabar, maka Allah swt akan menghapuskan segala dosanya. Jikapun meninggal dunia, maka ia meninggal dalam keadaan syahid  yang ganjarannya, tidak lain dan tidak bukan, adalah surga. Wallāhu a’lam bi al-ṣawab.

Tags: COVID-19Institut Ekonomi Islam TazkiaPusat Studi Kitab Klasik IslamWabah Ta'un
Share144Tweet90Send
Previous Post

Cegah COVID-19, Selandia Baru Bersiap Lockdown

Next Post

Emirates Hentikan Semua Penerbangan Penumpang Mulai 25 Maret

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
“InMed” Inovasi Layanan Kesehatan Kota Malang

“InMed” Inovasi Layanan Kesehatan Kota Malang

25 October 2018
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result