Jakarta, Gontornews — Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Dr KH Hidayat Nur Wahid, Jumat (20/10/2023), memastikan bahwa PMDG tidak terlibat dalam politik praktis. Sebaliknya, Gontor, sambung Ustadz Hidayat, mengajarkan para santri untuk tidak buta politik.
“Gontor di atas dan untuk semua golongan. Gontor tidak berpolitik praktis. Gontor netral politik, netral partai politik, netral sikap politik,” ucap Ustadz Hidayat saat menggelar konferensi pers tajammu’ dan jalan sehat 100 tahun Gontor di RM Jambo Kupi, Kemang, Jakarta Selatan.
“Tapi Gontor akan mendidik masyarakatnya untuk tidak anti dan buta politik. Gontor memberikan kebebasan bagi para santrinya untuk aktif di beragam kegiatan keormasan, ke-LSM-an, termasuk ke politik,” sambungnya.
Ustadz Hidayat menambahkan, jika mengacu pada sejumlah tokoh yang hadir, setidaknya ada dua alumni Gontor yang berbeda partai politik, yaitu: Ustadz Hidayat Nur Wahid dari Partai Keadilan Sejahtera dan Lukman Hakim Saifudin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Meski demikian, Ustadz Hidayat menggarisbawahi bahwa kiprah alumni Gontor juga beragama di berbagai posisi dan profesi. Sebut saja, Kiai Shofwan Manaf yang memimpin Darunnajah Jakarta serta KH Masrur Syamhari yang memimpin Pondok Pesantren Bina Madani Bogor.
“Itulah gambaran kami, dari berbagai macam organisasi yang berbeda, kami tetap bisa berukhuwwah Islamiyah,” ucap Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 1975. [Mohamad Deny Irawan]


















