pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 20 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Hoak? Mari Kita Lawan!

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
18 February 2019
in Kolom
0
Menguji Janji Capres

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ratna Sarumpaet bohong! Begitulah penilaian publik. Juga hasil penyidikan. Sudah ada keputusan pengadilan? Entahlah. Publik cenderung melupakannya. Yang pasti, Ratna ditangkap dan ditahan atas kebohongan publik. Proses hukumnya? Masih misteri.

Ratna sendirian? Publik ragu. Lalu, apa tujuan dan maksud Ratna Sarumpaet melakukan itu?

Publik menunggu. Kasus ini harus dibongkar. Supaya ada kejelasan dan tidak berhenti di panggung politik.
Kasus ini sudah memakan korban sejumlah tokoh dan sejumlah pendukungnya. Dituduh telah terlibat membuat hoak. Secara politik, ini merugikan. Hingga sekarang, tak jelas siapa sutradara hoak di balik Ratna Sarumpaet. Mesti diusut tuntas.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Kebohongan publik Ratna sudah menjadi kasus hukum. Maka, harus dituntaskan secara hukum. Jangan hanya berhenti di perspektif dan opini politik. Tidak baik sebagai warisan moral anak bangsa.

Kasus Ratna berlalu, muncul kasus Drijon Sihotang di Medan. Pedagang ini memasang spanduk penolakan kedatangan Sandi di salah satu pasar tradisional.

Sandi menghampirinya dan ajak bicara. Santun dan ramah. Publik mengapresiasi langkah Sandi. Sabar dan dengan sikap positif. Belakangan, ramai di media bahwa Sandi dituduh merekayasa peristiwa itu. Erick Tohir, temen dari kecil Sandi yang sekarang jadi ketua timses Jokowi adalah salah satu yang ikut di dalamnya. Sandi dibully sebagai pembuat hoak yang canggih. Sandi lapor polisi? Tidak. Kendati tak terbukti. Kasus ini justru jadi luck buat Sandi. Dapat dua poin. Pertama, karena bersikap positif. Kedua, tuduhan rekayasa tak terbukti. Publik semakin berempati kepada Sandi.

Setelah kasus Drijon, muncul Imas Siti Masitoh. Ibu muda dari Sumedang ini menangis agak histeris untuk bisa berfoto dengan Sandi. Sedikit emosional dan sensasional. Seperti adegan di film. Bahkan mirip teman Zulaikha ketika ketemu Nabi Yusuf. Sssst…kejauhan! Sekedar analogi tak masalah. Imas caleg PAN! Itu mah direkayasa! Kentara banget! Begitulah buzzer, entah punya siapa, langsung bekerja menghajar Sandi. Ternyata, salah! Ibu Imas bukan caleg PAN. 

Tidak berhenti di Imas. Ada Ilyas Daeng Ila. Orang Sulawesi. Jumpa Sandi dalam keadaan badan berlumpur. Curhat dan dishoot kamera. Ini dia! Kata buzzer. Dapat nih bahan. Masak ketemu cawapres telanjang? Badannya berlumpur lagi. Anehnya, yang berlumpur hanya dadanya, punggungnya enggak. Pasti pencitraan! Kali ini, mampus loh! Buzzer bekerja. Temanya: Sandi pencitraan. Dibully habis. Bahannya menarik. Publik pasti percaya! Ternyata? Si Daeng testimoni. Dia barusan bersihin lumpur di kolong tempat tidur, setelah rumahnya diguyur banjir. Ia lakukan dengan tengkurap. Ya, pastilah yang kena lumpur dadanya. Lalu dengar kabar ada cawapres Sandiaga yang sedang blusukan ke kampungnya. Spontan si Daeng pergi, nyamperin Sandi. Kondisi badannya yang telanjang-berlumpur mendorong Sandi memanggilnya. Kok dishoot kamera? Siapapun capres dan cawapres, semua aktivitas kampanyenya pasti dishoot kamera.

Drijon, Imas dan Ilyas Daeng harus berterima kasih kepada buzzer-buzzer itu. Karena mereka, tiga orang kampung ini mendadak jadi terkenal. Tak kalah terkenalnya adalah Subhan. Petani Brebes ini mendadak jadi populer. Kepiluan hatinya sebagai petani akibat harga bawang yang hancur, mendorong ia terpaksa menumpahkan banyak air mata ketika curhat ke Sandi. Kenapa ke Sandi? Subhan mungkin berpikir bahwa Sandi orang yang tepat. Bisa memberi solusi. Tentu, setelah terpilih jadi wapres.

Masak laki-laki segagah itu menangis? Lebay! Ngaku-ngaku miskin dan rumahnya tergadai. Padahal pakai jam tangan mahal. Ganjil! Lalu diusut, ternyata Subhan mantan komisioner KPUD. Ini dia! Bahan bagus banget. Kalau yang satu ini tidak akan salah lagi. Gak bakal meleset. Pikir tim buzzer.

Buzzer pun bekerja. Dilengkapi dengan surat pernyataan bermaterai bahwa Subhan minta maaf karena telah melakukan kebohongan publik. Surat pernyataan ini beredar masif di medsos. Publik terkesima. Ada-ada ini Sandi! Nalar publik mulai terkecoh. Untung ada TV One. Langsung wawancara Live dengan Subhan. Di TV, Subhan bersuara. Suaranya keras. Tampak kesal dan emosional. Terutama kepada Guntur Romli, atas tulisan dan komentarnya di medsos.  Subhan tegas: tak ada rekayasa. Tak pernah ia buat surat pernyataan itu. Dan Subhan sudah melaporkan Guntur Romli dan si pembuat surat palsu ke Bareskrim. Akankah laporan Subhan ditindaklanjuti? Kita percayakan pada polisi. Rakyat menunggu.

Empat kasus, dengan menyisakan pertanyaan terkait kasus Ratna Sarumpaet, seolah memberi kesimpulan kepada publik bahwa ada skenario meng-hoak-kan Prabowo-Sandi. Ini seperti bagian dari strategi politik. Ada penggiringan opini. Oleh siapa? Aneh kalau anda gak tahu! Pokoknya, apapun yang dilakukan Prabowo dan Sandi diopinikan sebagai hasil rekayasa. Sayangnya, tak berhasil. 

Bersamaan dengan strategi meng-hoak-kan Prabowo-Sandi, viral video incumben yang sedang disutradarai. Pertama, ketika shooting pidato. Kedua, dikejar-kejar sejumlah ibu-ibu yang bergantian menghampiri dan menangis saat incumben duduk di dalam mobil. Lengkap dengan suara sutradara dan pengarah gerakan. 

Publik bertanya: kenapa video ini viral? Siapa yang berani memviralkan? Sebagian orang justru curiga. Menduga video ini sengaja diviralkan. Tujuannya? Memberi pesan bahwa kampanye itu adalah bagian dari pencitraan. Dalam politik, itu sah-sah saja dan wajar. Maka, Sandi pasti juga melakukan hal yang sama: pencitraan. Inilah “mungkin” pesan yang ingin disampaikan melalui bocornya dua video itu. Selama ini, pesona Sandi berhasil melampaui incumben. Konsisten menggerus suara. Maka, strategi meng-hoak-kan (menciptakan opini pencitraan) Prabowo-Sandi boleh jadi dianggap efektif. Sayangnya, strategi ini ceroboh. Tak digarap dengan rapi dan hati-hati. Serampangan dan terkesan amatiran. Akhirnya, justru jadi blunder.

Terbongkarnya empat kasus di atas menyadarkan rakyat betapa politik itu tak lagi punya batas norma dan rambu moral. Semua cara dihalalkan, kendati tak elegan. Ambisi untuk menang membuat sejumlah pihak gelap mata. Hati nurani tak lagi memiliki fungsi. Ironis!

Tapi,  setidaknya, empat kasus ini memberi pelajaran sekaligus berhasil membuka mata rakyat siapa sesungguhnya para pemain hoak itu. Siapapun mereka, mari kita lawan!

Share20Tweet12Send
Previous Post

Belajar dari Kekalahan Perang Uhud

Next Post

Inilah 9 Rekomendasi Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result