Al Kharj, Gontornews — Dalam beberapa minggu terakhir, serangan Kelompok bersenjata Houthi Yaman terhadap target militer dan sipil di wilayah Saudi terus meningkat secara signifikan. Hal itu tidak terlepas dari semakin besarnya tekanan yang diberikan AS kepada Iran akhir-akhir ini.
Serangan terbaru yang dilancarkan Houthi terjadi pada hari Jumat (21/6), yaitu sebuah rudal diluncurkan oleh Houthis di pangkalan militer Saudi Al Kharj.
Sebelumnya, serangan juga dilakukan Houthi dengan menghantam sebuah pembangkit listrik di kota Al Shuqaiq di provinsi selatan Jizan di negara itu dengan “rudal jelajah”, Kamis (20/6) seperti dikutip oleh saluran TV milik kelompok Al Masirah.
Kemudian, pada hari sebelumnya yaitu Senin (17/6), Houthis melancarkan serangan drone terhadap bandara Abha di Arab Saudi selatan, kurang dari seminggu setelah mereka menargetkan bandara dengan rudal jelajah dan melukai 26 warga sipil.
Para analis kepada Al Jazeera mengatakan, lonjakan serangan Houthi dimungkinkan untuk menunjukkan kepada AS dan sekutunya bahwa setiap konflik antara mereka dan Iran berisiko memicu perang regional.
Sedangkan analis lainnya melihat serangan-serangan itu sebagai pembalasan asimetris yang dilancarkan Teheran terhadap sekutu regional AS, lantaran negara Syiah itu tidak memiliki kekuatan ekonomi atau diplomatik untuk menghukum Washington dalam menanggapi sanksi AS.
AS dan beberapa sekutu Eropa dan Timur Tengah menuduh Iran telah mendukung pemberontak Houthi, termasuk dengan menyediakan senjata. Hal itu dilakukan Iran dalam upaya memperluas pengaruhnya di Semenanjung Arab dan membangun kekuatan perwakilan seperti yang dilakukan Hizbullah Libanon yang dapat berfungsi sebagai sumber kekuatan dan pencegahan terhadap saingan utamanya, Arab Saudi.
Pada bulan Januari lalu, para ahli PBB menyimpulkan dalam laporan 85 halaman kepada Dewan Keamanan bahwa Teheran telah secara ilegal mengirimkan bahan bakar ke Yaman untuk membiayai upaya perang mereka.
Kemudian setahun sebelumnya, sebuah panel PBB mengecam Iran karena melanggar embargo senjata atas Yaman dengan memungkinkan Houthi memperoleh rudal Iran.
Namun tuduhan-tuduhan itu dibantah langsung oleh Iran.[Devi Lusianawati]






















