Islamabad, Gontornews — Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengatakan bahwa jajaran pemerintahannya berhasil menetapkan arah kebijakan ekonomi Pakistan sebagai bagian dari program 100 hari kerja kepemimpinannya. Lebih lanjut, atlet kriket legendaris Pakistan itu juga mengatakan bahwa masyarakat akan segera merasakan dampak arah kebijakan ekonomi yang dibangun jajaran pemerintahannya.
Salah satu dampak kecil yang mungkin dirasakan masyarakat dalam waktu dekat adalah penguatan mata uang rupee terhadap dollar Amerika Serikat serta masuknya sejumlah investor asing ke Pakistan.
Ia juga mengatakan bahwa Pakistan tengah mempersiapkan semacam lembaga otonom yang bertugas untuk mengawasi sektor hukum dan langkah-langkah yang akan diambil oleh Bank Negara Pakistan. Melalui lembaga tersebut, Imran berharap mereka bisa mengamankan cadangan devis negara serta mengendalikan defisit fiskal.
“Kami mencoba menciptakan kemudahan bagi komunitas bsinis dan investor di Pakistan dan berharap usah kami akan berhasil,” ungkap Imran Khan sebagaimana dilansir Daily Times.
Lebih lanjut, Imran mengatakan bahwa sejak tahun 1970-an, Paksitan memutuskan untuk menerapkan kebijakan anti-investor dan kebijakan deinsdustrialisasi membalikkan semua hal dari kebijakan tersebut. Karenanya, pemerintah Pakistan memisah Dirjen pajak dan penerimaan negara menjadi dua departemen dengan sektor dirjen pajak fokus pada penarikan pajak serta kebijakan tentang pajak dikeluarkan oleh kementerian keuangan dan perdagangan. [Mohamad Deny Irawan]





















