Bogor, Gontornews – Untuk keempat kalinya dalam dua pekan berturut-turut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor menggelar webinar, Sabtu (18/7). Webinar kali ini bertema “Membangun Jiwa Wirausaha Guru PAUD”.
Webinar empat putaran bertajuk “Secangkir Kopi Webinar PIAUD” itu diikuti sekitar 130 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari berbagai kota di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Webinar putaran keempat ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Dr Zaenal Abidin MSi (dosen PIAUD INAIS) dan Dr Abdurrahman Misno BP MEI (Direktur Program Pascasarjana INAIS Bogor).
Dalam paparan bertajuk “How to be a teacherpreneur (bagaimana menjadi guru berjiwa wirausaha)”, Abdurrahman Misno menyebutkan, guru PAUD merupakan sosok guru yang super. Dia mengajar dan mendidik anak-anak usia dini dengan ilmu dan karakter di sekolah, di samping harus memenuhi kewajibannya mengurus rumah tangga. Meski begitu pendapatan guru PAUD tidak bertambah. Karena itulah guru PAUD harus kreatif menciptakan peluang usaha bagi dirinya.
“Peluang yang dapat diambil oleh guru PAUD misalnya menjadi penulis buku, mengadakan bimbingan belajar (bimbel), berjualan, membuat usaha kerajinan, dan kuliner sekolah,” ujar Misno.
Untuk bisa meraih peluang itu, papar Misno, seorang guru harus memiliki mindset teacherpreneur yaitu aqidah, keyakinan dan percaya diri, amanah dan profesional, ibadah, muamalah, dan bermanfaat untuk orang lain.
“Ini yang membedakan pengusaha dengan wirausaha. Pengusaha bertujuan mencari keuntungan untuk dirinya, tapi wirausaha fokus pada pengembangan produk dan ikut mengembangkan masyarakat sekitarnya,” terang Misno pada webinar yang dimoderatori oleh Masyiani Mina Laili SPd MSi, dosen PIAUD INAIS.
Sebagai seorang entrepreneur, seorang guru harus pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Zaenal Abidin menambahkan, untuk memulai usaha , guru PAUD yang penghasilannya ‘tidak seberapa’ itu bisa memanfaatkan dana yang tersedia di desa yaitu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Des). “BUM Des ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita,” katanya dalam webinar dengan aplikasi Zoom yang terhubung ke YouTube itu.
Berbeda dengan webinar sebelumnya, pada webinar kali ini panitia menyediakan door prize berupa buku-buku bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan pemateri. []





















