Jakarta, Gontornews — Pemerintah Indonesia memperingatkan PBB akan munculnya tantangan keamanan global baru pasca pandemi. Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 dapat memicu konflik di sejumlah negara. Bagi Mahendra, pandemi Covid-19 telah memunculkan sejumlah masalah baik ekonomi dan sosial.
βPandemi Covid-19 berpotensi menciptakan gangguan ekonomi dan sosial yang memicu kembali konflik di beberapa negara,β kata Mahendra Siregar dikutip laman Kemlu.go.id.
Berbicara dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi Dewan Keamanan PBB (PBB), Kamis (24/9), Mahendra menyodorkan sejumlah solusi. Pertama, mendorong DK PBB untuk mengawal implementasi gencatan senjata global. Kedua, DK PBB perlu merespon perubahan terhadap sistem keamanan internasional baru pascapandemi.
βPandemi berpotensiΒ mempercepat fragmentasi dan perubahan tatanan dunia. Untuk itu, PBB harus Β dapat meningkatkan relevansinya. Sistem PBB harus dapat meningkatkan efektivitas, transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam upaya penyediaan akses obat-obatan dan vaksin dengan harga yang terjangkau,β katanya.
Dengan demikian, Mahendra berharap situasi krisis ini justru membuka jalan perdamaian melalui solidaritas, persatuan dan tanggung jawab global.
βMeningkatkan keterlibatan dan kerjasama merupakan hal yang kita perlukan, untuk menghadapi masa yang sulit ini,β sambung Mahendra.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, chair person of African Union Comission, Moussa Faki Mahamat, kepala negara, menteri dan pejabat tinggi anggota DK PBB. [Mohamad Deny Irawan]





















