London, Gontornews — Inggris kemarin mecatat rekor terburuk dalam kematian akibat Covid-19. Ada lonjakam angka tambahan kematian 4.240 orang.
Worldometer Rabu (29/4) malam melaporkan ada 161.145 kasus (+3.996) dan 25.332 kematian (+4.240). Ini rekor kematian tertingi dalam satu hari.
Sejak Covid-19 masuk Inggris tanggal 15 Februari 2020, penularan meledak di mulai pertengahan Maret 2020. Mula-mula 600 kemudian melompat ribuan pada pekan ketiga. Awal April kasus harian sudah di atas 4.300 per hari dan mencapai puncak pada 10 April dengan rekor 8.681 kasus per hari. Setelah itu turun menjadi 5.000-an hingga 19 April. Sempat turun 4.500 selama tiga hari, kemudian naik lagi menjadi 5.300 pada 24 April. Lalu menurun terus dalam empat hari hingga ke 4.000-an.
Sementara itu, angka kematian Covid-19 di Inggris mulai terjadi tanggal 5 Maret. Kemudiam bertambah terus hingga di atas 100 pada 18 Maret, meningkat terus hingga hampir 1800 pada akhir Maret. Sepanjang Apri, kematian harian bertahan di level 700-900 per hari hingga akhirnya terjadi lompatan besar pada 28 April menjadi 4.248.
Menurut Kementerian Kesehatan Inggris, lompatan kematian terjadi karena ada pembaharuan metode pencatatan kasus Covid-19. Jumlah itu merupakan akumulasi pembaruan data statistik kematian yang tidak hanya beasal dari data rumah sakit dan instanso resmi, melainkan juga laporan dari komunitas yang berasal dari Skotlandia, Irlandia Utara dan Wales.
Kamis (30/4), Inggris melaporkan tambahan 4.076 sehingga total 165.221 kasus. Kematian harian kembali ke jalur 700-an dengan 765 sehingga total kematian menjadi 26.097 orang. Secara global, Inggris menempati ranking pandemi Covif-19 terbesar setelah AS, Spanyol, Italia dan Perancis.
Dalam kematian, Inggris telah melampaui Cina pada 5 April (4.934). Dalam jumlah kasus, negara ini mulai melampaui Cina pada 12 April dengan catatan 84.279. Kini jumlah kasus sudah dua kali lipat lebih dari Cina. Sementara dalam jumlah kematian sudah enam kali lipat dari Cina.[DJ]





















