London, Gontornews — Dalam pembaruan intelijen tentang konflik Ukraina, Inggris menyatakan “Keputusan Putin untuk memblokade pabrik baja Azovstal kemungkinan menunjukkan keinginan untuk menunda perlawanan Ukraina di Mariupol dan mengistirahatkan pasukan Rusia untuk ditempatkan di wilayah lain di Ukraina timur.”
Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengatakan tidak perlu menyerbu zona industri yang berisi pabrik tersebut.
“Serangan darat secara penuh oleh Rusia di pabrik kemungkinan akan menimbulkan korban Rusia yang signifikan, dan makin mengurangi efektivitas tempur mereka secara keseluruhan,” tulis Kementerian Pertahanan Inggris di Twitter sebagaimana dirilis dw.com.
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa terlepas dari “fokus baru Rusia, mereka masih menderita kerugian yang dialami sebelumnya dalam konflik. Untuk mencoba dan menyusun kembali pasukan mereka yang terkuras, mereka terpaksa memindahkan peralatan yang tidak dapat dioperasikan kembali ke Rusia untuk diperbaiki.”
Penembakan besar-besaran terus berlanjut di wilayah Donbas saat Rusia berusaha maju menuju pemukiman, termasuk Krasnyy Lyman, Buhayikva, Barvinkove, Lyman dan Popasna, kata kementerian itu dalam buletin regulernya.
Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Mariupol “terus melawan” meskipun Moskow mengklaim telah merebutnya.
“Di selatan dan timur negara kita, penjajah terus melakukan segalanya agar memiliki alasan untuk membicarakan setidaknya beberapa kemenangan,” katanya dalam pidato melalui video.
“Mereka hanya dapat menunda hal yang tak terhindarkan — saat para penjajah harus meninggalkan wilayah kita, khususnya Mariupol, sebuah kota yang terus melawan Rusia, terlepas dari semua yang dikatakan penjajah.” []






















