Jakarta, Gontornews — Sepuluh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) swasta segera berdiri. Ini setelah Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan izin pendirian untuk 10 PTKI itu.
Kemenag juga menerbitkan izin perubahan nama pada dua PTKI Swasta.
Seperti dirilis kemenag.go.id, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin berharap penerbitan izin ini akan meningkatkan akses dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Nasional perguruan tinggi.
Menurutnya, saat ini APK pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah, berkisar 32 persen.
Artinya, masih ada 68 persen anak-anak Indonesia yang tidak memiliki kesempatan belajar di Perguruan Tinggi (PT).
“APK Nasional kita masih kalah dari negara Thailand yang mencapai 45 persen,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Senin (17/4).
Tidak hanya APK, Angkatan Kerja Nasional lulusan PTKAI juga baru mencapai 10 persen. Hal ini menujukkan sisi lain dari daya saing bangsa yang juga masih rendah.
Untuk itu, arah pengembangan pendidikan tinggi ke depan tidak semata perluasan akses, tapi juga peningkatan mutu.
Di hadapan Kopertais Wilayah II XIII dan Ketua Yayasan PTKI swasta, Kamaruddin mengingatkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 mengamanatkan pentingnya memberikan akses pendidikan yang berkualitas.
“Kebijakan pemerintah akan memberi prioritas pada akses pendidikan yang bermutu dan berkualitas,” terang Kamaruddin.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini berpesan agar PTKI yang telah diberikan kesempatan menjalankan pendidikan untuk memikirkan mutu dan relevansinya. Jangan sampai, mahasiswa yang telah selesai kuliah atau lulus sarjana justru merasa bingung karena tidak memiliki kompetensi yang memadai.
“Angka sarjana menganggur setelah menyelesaikan kuliahnya, sekarang mencapai 500 ribu,” ujarnya.
“PTKI harus pandai-pandai membaca kebutuhan zaman anak-anak yang akan melanjutkan. PTKI tidak boleh terputus dari reality sosiety. Kampus bukan hanya tempat masyarakat cerdas, melainkan tempat masyarakat bersosialisasi,” tambahnya.
Berikut ini 10 PTKI yang menerima SK izin pendirian:
1. STIT Mambaul Ulum (Jambi)
2. STEI Bina Muda (Bandung)
3. STIT Hidayatullah (Batam)
4. STIT Al Kifayah (Riau)
5. STIES Riyadul Jannah (Mojokerto)
6. STI Dakwah dan Komunikasi Islam Al Mardiyah (Pamekasan)
7. STI Al Quran Wali Songo (Situbondo)
8. ST Ekonomi dan Bisnis Islam Darusallam (OKI Sumsel)
9. STIT Nusantara (Bekasi)
10. STEI Haji Abdul Malik (Cikarang Barat)
Adapun dua PTKIS yang berubah nama:
1. STIA Al Ihya Kuningan menjadi Fakultas Ilmu Keislaman pada Universitas Al Ihya (Kab. Kuningan)
2. STAI Raden Rachmat Malang, menjadi Fakultas Ilmu Keislaman pada Universitas Islam Raden Rachmat (Kab. Malang). [Fathurroji/Rus]


















