Doha, Gontornews — Kuwait telah bertindak sebagai mediator untuk meredakan krisis yang meletus pada 5 Juni ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Qatar dan menuduhnya mendukung terorisme. Namun, sejauh ini keempat negara itu belum memberikan bukti apapun, dan Qatar telah berulang kali membantah tuduhan tersebut sebagai tindakan tak berdasar.
Pada hari Jumat (23/6), muncul laporan bahwa keempat negara itu telah memberi Qatar waktu 10 hari untuk memenuhi 13 tuntutan sebagai syarat dicabutnya blokade dan pemulihan hubungan diplomatik. Berikut daftar tuntutan itu sebagaimana dirilis Aljazeera:
- Menutup stasiun televisi Aljazeera Media Network
- Menutup pangkalan militer Turki
- Mengurangi hubungan dengan Iran
- Memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan dengan kelompok lain, termasuk Hizbullah, al-Qaeda dan ISIS
- Qatar harus menyetujui audit kepatuhan bulanan di tahun pertama setelah menyetujui tuntutan tersebut, diikuti oleh audit triwulanan di tahun kedua, dan audit tahunan dalam 10 tahun ke depan
- Qatar harus membayar perbaikan dan kompensasi atas hilangnya nyawa dan kerugian finansial lainnya yang diduga disebabkan oleh kebijakan Qatar dalam beberapa tahun terakhir
Namun dokumen itu tidak menentukan apa yang akan dilakukan negara-negara tersebut jika Qatar menolak untuk mematuhi tuntutan tersebut. [Rusdiono Mukri]




















