Jakarta, Gontornews — Institut Daarul Qur’an (IDAQU) Jakarta terus membuka ruang pembelajaran yang mendukung pengembangan wawasan mahasiswa. Sebagaimana pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, maka mahasiswa juga perlu terlibat dalam forum akademik yang mempertemukan berbagai gagasan dan perspektif global.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kehadiran Wakil Rektor III IDAQU Jakarta, Dr Rina Susanti Abidin Bahre, MA bersama mahasiswa dalam kegiatan International Symposium bertema Reimagining Takaful for a Sustainable World.
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Rina menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar Senin (22/6/2026) pada pukul 08.00-17.00 WIB di Menara Syariah PIK 2, Banten, Indonesia. Kegiatan ini merupakan buah kerjasama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) yang berujuan sebagai platform strategis untuk pertukaran pengetahuan dan kebijakan, memfasilitasi diskusi kritis, menampilkan praktik inovatif, serta memperkuat kolaborasi dengan menjadikan takaful instrumen utama pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Kegiatan ini pun dinilai menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Selain memperluas wawasan, forum tersebut juga membantu mahasiswa memahami proses penyusunan karya ilmiah yang berkualitas.
Membahas Masa Depan Industri Takaful
International Symposium kali ini mengangkat isu mengenai masa depan industri takaful atau asuransi syariah. Para peserta diajak memahami berbagai tantangan yang dihadapi industri tersebut di era modern.
Selain itu, para narasumber membahas pentingnya transformasi dan inovasi dalam pengembangan ekonomi syariah. Pembahasan juga mencakup penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, serta strategi membangun industri yang berkelanjutan.
Di sisi lain, forum ini menyoroti peran ekonomi syariah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, regulator, dan pelaku industri menjadi salah satu fokus utama yang dibahas.
Berbagai gagasan tersebut memberikan perspektif baru bagi peserta. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami hubungan antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik yang berkembang di dunia profesional.
Menjadi Ruang Belajar Karya Ilmiah
Bagi mahasiswa, mengikuti International Symposium merupakan pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan para ahli. Sebaliknya, mereka juga belajar bagaimana sebuah gagasan akademik dibangun dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Selain itu, mahasiswa memperoleh banyak referensi yang dapat digunakan dalam penyusunan karya ilmiah. Mereka juga belajar memahami isu-isu aktual yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing.
Melalui forum seperti ini, kemampuan berpikir kritis dapat berkembang lebih baik. Di saat yang sama, mahasiswa belajar menyusun argumentasi yang logis dan berbasis data.
Karena itu, keikutsertaan dalam symposium menjadi bagian penting dalam proses pengembangan akademik mahasiswa.
IDAQU Dorong Budaya Akademik Berkualitas
IDAQU Jakarta, sebagaimana dikutip idaqu.ac.id terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan ilmiah. Langkah ini dilakukan agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang lebih luas dan kontekstual.
Selain belajar di dalam kelas, mahasiswa juga perlu memahami perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi di tingkat nasional maupun internasional. Oleh sebab itu, partisipasi dalam seminar, symposium, dan konferensi akademik terus didukung oleh kampus.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi IDAQU untuk membangun tradisi penelitian yang inovatif. Selain itu, kampus juga berupaya menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan solusi nyata.
Menyiapkan Generasi yang Siap Berkontribusi
Saat ini, dunia membutuhkan generasi yang mampu berpikir kritis dan adaptif. Tidak cukup hanya menguasai teori, mahasiswa juga perlu memahami berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Melalui International Symposium, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan akademiknya. Selain itu, mereka juga mendapatkan inspirasi untuk menghasilkan penelitian yang lebih relevan dan bermanfaat.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukan hanya tentang meraih gelar akademik. Sebaliknya, pendidikan merupakan proses membangun kapasitas diri agar mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Karena itu, IDAQU Jakarta terus menghadirkan berbagai ruang pembelajaran yang mendukung lahirnya generasi Qurani yang unggul, kritis, dan siap menghadirkan solusi bagi masa depan. [Edithya Miranti]



















