Mariupol, Gontornews — Petro Andryushchenko, penasihat walikota Mariupol, Ukraina, sebagaimana dirilis laman dw.com, mengisahkan tentang krisis kemanusiaan di kota itu.
“Rumah sakit anak-anak di Mariupol baru saja diserang oleh pesawat Rusia, sudah hancur total. Ada klinik bersalin di sana, dan anak-anak,” kata Andryushchenko.
“Jumlah korban belum jelas, petugas penyelamat masih memindahkan puing-puing,” lanjutnya.
Dia mengatakan bahwa pasukan Rusia telah melanggar perjanjian gencatan senjata di kota itu dan telah memblokir evakuasi warga sipil.
“Masih belum ada koridor kemanusiaan untuk evakuasi orang dari kota. Kota ini di ambang kematian,” tandasnya.
Menurut angka yang mereka miliki, pihak berwenang percaya setidaknya 1.207 orang telah tewas, tetapi mereka mengatakan jumlah korban tewas bahkan mungkin sudah mencapai 15.000.[]























