Baghdad, Gontornews — Pemerintah Irak, Kamis (25/3/2021), menerima pasokan 336.000 dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca melalui skema COVAX. Kiriman ini sekaligus menjadi penerimaan pertama skema vaksin global COVAX yang diterima Irak.
Menteri Kesehatan Irak, Hassan Al-Tamimi, menyambut langsung kedatangan vaksin di bandara Baghdad. Ia menyaksikan pemindahan vaksin dari ruang pendingin ke truk berpendingin. Tamimi berharap pendistribusian vaksin tersebut dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dari risiko Covid-19.
Sebelum penerimaan ini, Irak juga telah menerima kiriman pertama dari Cina. Mereka menerima 50.000 dosis vaksin Covid-19 produksi Sinopharm pada 2 Maret lalu.
Pada Kamis, Irak melaporkan lebih dari 6.500 kasus baru Covid-19 atau penambahan kasus tertinggi yang pernah mereka konfirmasi. Secara total, Irak telah mengonfirmasi 815.605 kasus Covid-19. Pihak berwenang pun terpaksa memberlakukan kembali jam malam demi mengekang penyebaran virus.
Skema COVAX terbangun atas inisiasi WHO dan aliansi vaksin GAVI untuk membantu negara-negara miskin dan berpenghasilan rendah mendapatkan akses vaksin Covid-19. Mereka menargetkan 2 miliar dosis vaksin bagi negara berpenghasilan rendah dan miskin pada akhir tahun 2021 mendatang. [Mohamad Deny Irawan]






















