Jakarta, Gontornews — Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Februari yang biasa disebut dengan bulan kasih sayang. Maka, untuk kesekian kalinya, Hj Irena Handono, aktivis dakwah, menghimbau umat Islam agar tidak merayakan perayaan-perayaan milik non-Muslim.
Hal ini ditegaskannya, pada Jumat (25/1) siang dalam sebuah forum diskusi hangat yang digelar di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. “Umat Kristen sudah sangat berterima kasih kepada umat Islam karena telah melaksanakan hari rayanya dengan baik,” ungkapnya kepada Gontornews.com.
Hari Raya non Muslim yang dimaksud Hj Irena yakni perayaan Tahun Baru Masehi dan Valentine Day. “Sayangnya, banyak dari umat Islam yang tidak paham,” tutur mantan biarawati asal etnis Tionghoa itu. Sehingga mereka mencari-cari perayaan yang bukan dari Islam.
Perayaan Hari Kasih Sayang pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya, memang sering dimanfaatkan kaum muda-mudi untuk menyatakan rasa cinta kepada pasangannya. Tidak hanya sekedar bertukar kado, tetapi parahnya momen ini juga sering dijadikan sebagai ajang perzinahan oleh banyak orang.
“Valentine Day itu juga berarti make a love,” tegas pendiri Yayasan Irena Center tersebut di hadapan para hadirin di Hotel Sofyan, Tebet. Jangan biarkan generasi muda kita hancur karena kepolosan mereka dalam menyikapi sebuah perayaan yang jelas tidak membawa manfaat sedikit apa pun.
Sedangkan di dalam ajaran Islam, setiap hari adalah hari untuk saling menyayangi satu sama lain. Namun, tentunya berkasih sayang yang dimaksud adalah sesuai dengan tata cara bermuamalah yang diajarkan Rasulullah SAW. <Edithya Miranti>





















