Jakarta, Gontornews — Pernah menjadi kiblat komunisme selama tujuh dekade, Rusia kini telah bertransformasi menjadi negara modern yang terbuka bagi semua agama. Meski Islam di negeri ‘beruang merah’ itu merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks, kehidupan umat Muslim di sana kian membaik jika dibandingkan dengan masa kekuasaan Komunis dahulu.
Di negara yang kini dipimpin oleh Vladimir Putin, Islam tumbuh sebagai kearifan yang mewarnai kehidupan masyarakat di sana. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia pemimpin Rusia, Vladimir Putin memasukkan menteri Muslim dalam kabinetnya dan mengakui eksistensi Muslim Rusia.
Bahkan, belum lama ini, Presiden Rusia Vladimir Putin ikut serta meresmikan sebuah masjid di ibukota Moskow yang diberi nama Masjid Katedral (The Cathedral Mosque),” Kepada Majalah Gontor, Mufti yang juga ketua Majelis Ruhani Muslim Rusia Syekh Albir Krganov menjelaskan, saat ini Rusia merupakan rumah yang nyaman bagi sekitar 20-30 juta Muslim dan ada lebih dari 8 ribu masjid yang dibangun Rusia dalam 20 tahun terakhir.
“Ada pula 150 lembaga pendidikan Islam tingkat menengah, 20 perguruan tinggi Islam dan sebuah akademi ilmu pengetahuan Islam yang dibangun di Rusia,” kata Syekh Albir Krganov saat dia mengunjungi Jakarta pada Juni 2022.
Selain itu kata Syekh Albir Krganov, pemerintah Rusia juga mendirikan sebuah yayasan yang mendukung sektor pendidikan Islam, serta menyiapkan anggaran hingga 20 juta dolar AS setiap tahunnya. Sebagai perbandingan, pada masa pergolakan revolusi sosialis, ada sekitar 14.700 masjid yang dihancurkan. Ini keprihatinan yang luar biasa. Namun Rusia kini telah bertransformasi menjadi negara modern yang terbuka bagi semua agama.
Lanjut Syekh Albir Krganov menyampaikan, Rusia memiliki undang -undang dasar yang mencantumkan suatu pengertian tentang Ketuhanan yang Mahaesa dan memiliki sekitar 300 undang-undang beserta turunannya yang mengatur tentang permasalahan agama dan kebebasan beragama.
Secara spesifik, Rusia bahkan memiliki satu undang- undang khusus yang melarang penghinaan agama. “Sebab itu, saya bisa memastikan bahwa kasus karikatur Nabi Muhammad SAW seperti yang terjadi di Prancis tidak akan pernah terjadi di Rusia,”paparnya.
Ada pula undang-undang yang melarang penistaan terhadap teks-teks keagamaan di Rusia. Tidak hanya itu, pemerintah Rusia juga telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare untuk pembangunan pusat studi antar agama yang terdiri dari pusat-pusat keagamaan mulai dari Islam, Kristen, Budha, Yahudi dan semua agama yang ada di Rusia.
Lalu, bagaimana Islam bisa masuk ke Rusia? Menurut Syekh Albir Krganov Rusia telah menerima Islam secara sukarela sejak 1100 tahun yang lalu. Tercatat ada tiga orang sahabat Rasulullah SAW yang membawa Islam melalui Volga, Bulgaria, yaitu Abdurrahman bin Zubair, Zubair bin Jaddah, dan Utsman bin Tolhah. “Mereka menyebarkan dan mengajarkan Islam sehingga agama ini diterima masyarakat Rusia dengan sukarela,” tuturnya.
Geliat pertumbuhan Muslim di Rusia tampak signifikan dalam 10 tahun terakhir. Saat ini jumlah populasi Muslim yang signifikan terdapat di sejumlah kota besar, seperti Moskow dan St Petersburg. Kota pertama dengan jumlah penduduk Islam terbanyak di Rusia adalah Moskow. Dengan jumlah populasi 12,5 juta jiwa setidaknya ada 1,5 juta Muslim di ibukota Rusia ini.
Dilansir situs Al Jazeera dan sindonews.com, analis politik Rusia, Alexei Malashenko menjelaskan Moskow perlahan-lahan beradaptasi menjadi kota Muslim terbesar di Eropa.
Umat Islam Moskow secara bertahap juga mulai dapat menyesuaikan diri dengan baik dalam pergaulan masyarakat Rusia. Terbukti dengan berlangsungnya acara- acara besar umat Muslim dengan skala yang cukup besar.
Kota berikutnya dengan jumlah penduduk Islam terbanyak di Rusia adalah St.Petersburg. Setidaknya ada sekitar 2,25 persen penduduk St.Petersburg yang beragama Islam. Sejumlah masjid bessr juga ada di kota ini. Salah satunya adalah Masjid Saint Petersburg.
Masjid yang dibuka sejak tahun 1913 itu merupakan masjid terbesar di Eropa selain Turki. Dengan ketinggian menara sekitar 49 meter dan kubah setinggi 39 meter, masjid ini bisa menampung hingga 5.000 jamaah. [Muhammad Khaerul Muttaqien]




















