Tel Aviv, Gontornews — Otoritas Israel telah menyusun rencana untuk membangun hampir 2.200 rumah di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki. Demikian kata sebuah LSM dan media Israel sebagaimana dikutip Aljazeera.
Komite kementerian pertahanan yang tanggung jawab untuk proyek-proyek seperti itu pada hari Selasa dan Rabu menyetujui rencana tersebut, kata pengawas pendudukan Peace Now dalam sebuah pernyataan.
Ia mengatakan 1.159 unit rumah telah diberi persetujuan final sebelum izin bangunan dapat dikeluarkan, sementara 1.032 rumah sudah diberi ijin pada tahap sebelumnya.
Laman Times of Israel juga melaporkan perkembangan tersebut, dengan mengatakan total 2.191 rumah pemukiman diperkirakan akan dibangun minggu ini.
Ini adalah persetujuan pertama sejak jajak pendapat yang diadakan awal minggu ini, setelah pemerintah sayap kanan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu runtuh.
Pada hari Senin, Netanyahu setuju untuk membubarkan parlemen dan menyerukan pemilihan umum pada 9 April.
Permukiman, yang memainkan peran penting dalam politik sayap kanan Israel, telah melonjak di bawah Netanyahu. Sebelumnya pada hari Rabu, ia bertemu para pemimpin pemukim di Yerusalem.
“Kami akan melihat upaya sayap kiri untuk menggulingkan pemerintahan kami dengan bantuan media dan lainnya,” katanya berbicara tentang pemilihan umum.
“Mereka tidak akan berhasil, karena jika mereka melakukannya – itu akan menimbulkan bahaya yang jelas bagi upaya pemukiman.” [Rusdiono Mukri]
























