10
Tonton Selengkapnya
pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 23 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Jaga Adab Bicara Kunci Ciptakan Kerukunan dan Keharmonisan Hidup Bermasyarakat

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri, MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 December 2024
in Tafsir
0
Jaga Adab Bicara Kunci Ciptakan Kerukunan dan Keharmonisan Hidup Bermasyarakat

Foto: YDSF

Landasan Teologis

وَقُلْ لِّعِبَادِيْ يَقُوْلُوا الَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

“Katakan kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (dan benar). Sesungguhnya setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan musuh yang nyata bagi manusia.” (QS Al-Isra’: 53)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Tafsir Al-Madinah Al–Munawwarah menyebutkan, Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk mengajarkan orang-orang beriman adab berbicara dengan orang lain, yaitu hendaklah mereka berkata dalam percakapan dan perbincangan mereka dengan perkataan yang baik, jika tidak maka setan akan menimbulkan permusuhan di antara mereka. Sungguh setan merupakan musuh yang sangat jelas permusuhannya.

Sedangkan dalam Tafsir Li Yaddabbaru Ayatih, Syaikh Umar bin Abdullah al-Muqbil menyebutkan dalam tafsirnya: Pertama, sesungguhnya setan itu senantiasa mengintai manusia. Dia  bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia, dan menjadikan perseteruan di antara kamu sesuatu yang tidak berharga, bahkan ia menginginkan terjadinya perkelahian dan pertumpahan darah di antara kalian. Kedua, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Ketiga, ayat ini termasuk ayat makiyyah yang menekankan pada kebaikan akhlak dan pengaruhnya dalam mengambil hati orang-orang yang baru memeluk agama Islam.

Sementara itu Tafsir Ibnu Katsir menerangkan, Allah SWT memerintahkan kepada hamba dan Rasul-Nya SAW agar memerintahkan kepada hamba-hamba Allah yang beriman, agar mereka berkata dalam pembicaraan mereka kata-kata dan kalimat yang baik. Sesungguhnya jika mereka tidak melakukan hal ini, maka setan akan menimbulkan permusuhan di antara mereka, sehingga perkataan itu menjadi tindakan, pertentangan, dan terjadi peperangan. Sesungguhnya setan merupakan musuh Nabi Adam dan keturunannya sejak setan menolak bersujud kepadanya dan menampakkan permusuhannya terhadapnya.

Oleh karena itu Nabi SAW melarang mengacungkan senjatanya kepada saudara Muslimnya, karena sesungguhnya setan akan merasuki tangannya, dan barangkali senjatanya itu mengenai saudaranya. Rasulullah bersabda:

وَلَا يُشِيْرَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَى أَخِيْهِ بِالسِّلَاحِ. فَإِنَّهُ لَا يَدْرِى لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ فِى يَدِهِ فَيَقَعُ فِى حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ. (رواه أحمد عن أبي هريرة)

“Janganlah seorang di antara kamu mengacung-acungkan senjata kepada saudaranya, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui, boleh jadi setan melepaskan senjata dari tangannya, sehingga dia akan masuk ke lembah neraka.” (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah)

Dalam Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an disebutkan, dengan kelembutan Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan akhlak yang terbaik, amal dan ucapan yang terbaik yang dapat membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Perkataan yang lebih baik di sini mencakup semua perkataan yang mendekatkan diri kepada Allah, baik berupa membaca Al-Qur’an, dzikrullah, menyampaikan ilmu, beramar ma’ruf dan bernahi munkar, dan ucapan yang lembut kepada manusia.

Ayat ini juga menunjukkan, bahwa apabila kita dihadapkan dua perkara yang baik, maka kita diperintahkan mengutamakan yang lebih baik di antara keduanya jika tidak memungkinkan menggabung keduanya. Manfaat perkataan yang lebih baik karena ia mengajak kepada setiap akhlak yang mulia dan amal yang shalih. Orang yang mampu menguasai lisannya akan mampu menguasai semua urusannya.

Nilai-nilai Pedagogis

QS Al-Isra’: 53 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia. Pertama, mengutamakan adab dalam berbicara. Islam mengajarkan bahwa kata-kata yang kita ucapkan haruslah yang terbaik, penuh kebaikan, dan tidak menimbulkan perpecahan. Dalam konteks pendidikan, ini mengajarkan pentingnya mengontrol kata-kata yang diucapkan, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat.

Kedua, berbuat baik dalam setiap tindakan. Setiap tindakan harus didasarkan pada niat yang baik dan memberikan manfaat bagi orang lain. Ayat ini mengajarkan bahwa berbuat baik merupakan salah satu cara untuk menjaga hubungan antarsesama. Dalam dunia pendidikan, ini mengarah pada pengajaran tentang pentingnya integritas, kejujuran, dan kebaikan dalam berbuat.

Ketiga, menghindari provokasi yang mengarah pada perpecahan. Setan selalu berusaha menimbulkan permusuhan di antara sesama manusia. Oleh karena itu, kita perlu sadar untuk tidak mudah terprovokasi oleh perkataan atau perbuatan yang dapat menyebabkan kerusakan. Ini mengajarkan kepada kita untuk berpikir rasional dan bijaksana dalam menghadapi situasi yang dapat memicu konflik.

Secara keseluruhan, Surat Al-Isra’ ayat 53 mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menjaga adab dalam berbicara, berbuat, dan bertindak. Melalui nilai-nilai ini, kita dapat menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat, yang menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan penuh kedamaian.

Landasan Teoretis

Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa pengertian adab adalah menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik perkataan maupun perbuatan. Selain itu, sebagian ulama juga mendefinisikan bahwa adab merupakan penerapan akhlak-akhlak yang mulia.

Adab menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan, baik kehidupan sendiri, keluarga, maupun sosial. Dengan adab, seorang Muslim yang sejati akan menjadi mulia di hadapan Allah dan Rasul-Nya serta sesama manusia. Orang yang beradab akan meninggalkan segala yang tidak berguna, baik ucapan maupun perbuatannya.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَۙ

“Orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (QS Al-Mu’minun: 3)

Dalam ajaran Islam, diam dan menjaga lisan dinilai lebih baik karena memiliki sejumlah keutamaan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam as-Syafi’i dalam kitab al-Jawahir al-Lu’lu’iyyah fi Syarhi al-arba’in an-Nawawiyyah disebutkan bahwa salah satu faedah menjadi orang yang sedikit bicara atau tidak banyak omong karena bisa menambah kecerdasan akal.

Lebih lanjut, dalam keterangan yang sama, Imam Syafi’i RA juga berkata: “Barangsiapa yang menginginkan agar Allah SWT menyinari hatinya, maka hendaknya ia berhenti membicarakan hal yang bukan urusannya.”

Bahkan, Sayyidina Umar bin Khattab berpesan agar kita menjadi orang yang hemat dalam berbicara, dalam hal ini tidak ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusan kita.

Jangan sampai perkataan kita yang tidak baik kepada orang lain membuat kekacauan di tengah-tengah masyarakat dan merusak hubungan harmonis yang telah tumbuh dan terpelihara di dalamnya.

Berkata apa saja boleh, asalkan jangan berlebihan sehingga nantinya ucapan kita tidak dapat disaring dan perkataan buruk pun mengarah kepada orang lain, akhirnya hal itu menimbulkan kerusakan dan penyakit hati, baik bagi orang yang berbicara maupun mendengarnya.

Tentunya, ucapan yang tidak baik merupakan akhlak yang tercela dan dapat menimbulkan kebencian di tengah-tengah manusia. Imam al-Lu’lui mengatakan dalam syair Adabut Thalab: “Dalam banyaknya bicara dapat menimbulkan sebagian kebencian.”

Berikut ini di antara adab berbicara dan berbuat. Pertama, berkata jujur. Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar ke surga. Dan seseorang yang terus menerus berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan mengantar ke neraka. Dan seseorang yang terus menerus berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).” (HR Bukhari dan Muslim)

Imam al-Muhâsibi dalam kitab Risâlah al-Mustarsyidîn menjelaskan tentang apa yang wajib dijalankan lisan: Dan kewajiban lisan yaitu jujur dalam keadaan senang maupun marah, menahan dari menyakiti dalam keadaan sendirian maupun ramai, dan meninggalkan berlebihan dalam perkataan baik maupun buruk.

Oleh karena itu, seraya memperbaiki diri, kita mesti melatih untuk menjaga lisan.

Kedua, menegakkan kebenaran dengan adil dan menjauhi kebencian di antara sesama untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Maidah: 8)

Ketiga, menciptakan perdamaian dan berbuat kebaikan. Allah SWT berfirman:

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

“Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.” (QS An-Nisa’: 114)

Keutamaan Menjaga Adab Berbicara dan Berbuat

Menjaga adab berbicara dan berbuat memiliki banyak keutamaan, antara lain: Pertama, mendapat kemenangan yang besar dan Allah memperbaiki amal dan mengampuni dosanya. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ۝٧٠يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ۝٧١

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia menang dengan kemenangan yang besar.” (QS Al-Ahzab: 70-71)

Kedua, selamat dari gangguan lisan dan tangannya sehingga tercipta kerukunan di antara sesama. Rasulullah SAW bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang Muslim yaitu seseorang yang orang Muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya.” (HR Bukhari)

Ketiga, menjadi orang yang beriman. Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Keempat, menjadi orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah : 119)

Lalu apa yang terjadi jika kita tidak menjaga adab berbicara dan berbuat? Pertama, menanggung kebohongan dan dosa yang nyata. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًاࣖ

“Orang-orang yang menyakiti mukminin dan mukminat, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, sungguh mereka telah menanggung kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS Al-Ahzab: 58)

Kedua, terjerumus ke dalam neraka. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيْهَا يَهْوِى بِهَا فِي النَّارِأَبْعَدَمَا بَيْنَ الْمَسْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ketiga, mendatangkan kebimbangan. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Tinggalkanlah hal yang membimbangkan kalian, menuju sesuatu yang tidak membimbangkan, sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan kebohongan adalah kebimbangan.” (HR Turmudzi)

Kisah Teladan

Abu Hurairah merupakan salah satu sahabat yang sangat terkenal karena banyaknya hadis yang beliau riwayatkan. Namun, Abu Hurairah juga dikenal sebagai seorang yang sangat menjaga lisan dan berhati-hati dalam berkata. Kisah Sahabat tentang Menjaga Lisan dari Abu Hurairah ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam dalam mengendalikan perkataan.

Suatu ketika, Abu Hurairah mengatakan: “Saya tidak pernah berbicara kecuali jika saya yakin bahwa itu kebaikan, dan saya akan lebih suka diam daripada mengatakan sesuatu yang sia-sia.” Hal ini menunjukkan bagaimana Abu Hurairah sangat berhati-hati dalam berbicara. Beliau mengutamakan kualitas daripada kuantitas dalam berbicara. Kisah Sahabat tentang Menjaga Lisan ini mengingatkan kita untuk selalu berpikir terlebih dahulu sebelum mengucapkan sesuatu, memastikan bahwa kata-kata kita memberikan manfaat dan tidak menyakiti orang lain.

Selain itu, Abu Hurairah juga sangat menghindari berbicara tentang hal-hal yang tidak penting. Ia lebih memilih diam daripada terlibat dalam pembicaraan yang tidak membawa kebaikan. Ini contoh sempurna tentang Kisah Sahabat Menjaga Lisan yang mengajarkan kita untuk memilih kata-kata yang baik dan menghindari pembicaraan yang bisa menimbulkan dosa atau kerugian bagi orang lain.

Kisah teladan lainnya datang dari kisah Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat dikenal dengan sifatnya yang tegas dan adil. Namun, di balik ketegasannya, Umar juga sangat menjaga lisan. Kisah Sahabat tentang Menjaga Lisan dari Umar bin Khattab mengajarkan kita tentang sikap hati-hati dalam berbicara yang bisa menciptakan kedamaian dan keadilan di tengah masyarakat.

Suatu ketika, Umar bin Khattab pernah berkata, “Aku sangat menyesal apabila aku berbicara sesuatu yang tidak perlu, dan aku selalu merasa lebih tenang ketika aku diam.” Umar menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari mulutnya memiliki dampak yang besar, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Kisah Sahabat tentang Menjaga Lisan ini mengajarkan kita untuk selalu merenung sebelum berbicara, agar tidak menimbulkan penyesalan atau dosa setelah perkataan tersebut terlontar.

Selain itu, Umar juga sangat memperhatikan lisan para pengikutnya. Ia pernah mengingatkan mereka untuk menjaga perkataan dalam setiap situasi. Dalam beberapa kesempatan, Umar memberikan nasihat kepada umat Islam bahwa lisan adalah salah satu alat yang paling mudah digunakan untuk merusak amal dan membahayakan diri sendiri. Kisah Sahabat tentang menjaga lisan dari Umar ini memberikan pelajaran bahwa keadilan dalam masyarakat dimulai dari keadilan dalam berbicara.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِىْ، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِىْ، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِيْ، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِيْ، وَمِنْ شَرِّمَنِيِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, kejahatan penglihatanku, keburukan lidahku, keburukan hatiku dan keburukan air maniku.” (HR Abu Dawud No. 1551, At-Tirmidzi No. 3492) []

Tags: Adab bicaraHarmonisMasyarakat
Share26Tweet17Send
Previous Post

FEBI IUQI Bogor Gelar Diklat Ekonomi dan Bisnis Islam

Next Post

Pesantren Leadership Primago Depok Buka Pendaftaran Penerimaan Santri dan Santriwati Baru Tahun Ajaran 2025/2026

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result