Depok, Gontornews — Maskanul Huffadz pada Jumat (3/6/2022) kembali menggelar kajian Jumat bersama para penghafal al-Qur’an di berbagai cabang Maskanul Huffadz dan masyarakat umum lainnya.
Mengundang narasumber pilihan yakni Ustadzah Dr Hj Oki Setiana Dewi SHum MPd dan mengangkat tema, “Jangan Remehkan Kebaikan”. Acara ini pun dibanjiri ratusan peserta Zoom yang terdiri dari ikhwan dan akhwat dari berbagai kalangan di penjuru Tanah Air.
Dalam pemaparannya, Ustadzah Oki, pimpinan Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz ini pun menekankan bahwa sebagai Muslim kita tidak boleh meremehkan kebaikan sekecil apapun. Sebab boleh jadi kebaikan yang kita nilai kecil tersebut, justru yang akan menolong kita menuju surganya Allah SWT.
Sebaliknya kita juga tidak boleh sombong dengan kebaikan yang kita rasa besar nilainya, sebab bisa jadi kebaikan tersebut karena dihiasi oleh kesombongan, riya, dan bukan diniatkan karena Allah, justru ialah yang bisa menyeret kita ke nerakanya Allah SWT.
Kepada Gontornews.com, daiah nasional ini pun menceritakan kisah tiga golongan orang yang menghadap Allah dengan segudang amal baik, tapi ketiganya justru dilemparkan ke dalam neraka. Pertama orang yang berjihad fi sabilillah, orang yang bersedekah banyak, dan penghafal al-Qur’an. Ternyata ketiga golongan orang tadi tidak diterima amal kebaikannya karena melakukannya bukan karena Allah Ta’ala.
Oleh sebab itu, kita harus terus menjaga hati, lisan, dan perbuatan kita agar terhindar dari kemaksiatan sekecil apapun itu, dan memohon kepada Allah agar dapat terus istiqamah berbuat kebaikan meski sekecil apapun itu.
“Kalau kita rasa tidak bisa berbuat baik sama sekali, maka setidaknya tahan lisan dan tangan, setidaknya jangan menyakitkan hati orang lain,” terang Ustadzah Oki yang merupakan aktris, penulis, dan pendakwah itu. Bisa jadi seseorang masuk surga karena akhlak baiknya kepada orang lain atau kesabarannya dalam menghadapi ujian Allah SWT.
Berapa banyak amalan kecil, namun menjadi besar nilainya karena niat pelakunya. “Di dalam kebaikan itu hendaklah kita bersegera dan berlomba-lombalah dalam kebaikan,” pungkas daiah kelahiran Batam, 13 Januari 1989 itu. [Edithya Miranti]




















