Istanbul, Gontornews — Menjelang pelaksanaan Solat Jumat pertama, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melakukan inpeksi ke Masjid Hagia Sophia, Ahad (19/7). Sebanyak 500 jamaah diperkirakan akan memenuhi landmark Istanbul saat pelaksanaan solat jumat nanti.
Jumat (24/7) mendatang, Pemerintah Turki akan melaksanakan ibadah Solat Jumat pertama di Hagia Sophia, setelah warisana dunia UNESCO tersebut berhasil diubah kembali menjadi Masjid minggu lalu.
Dikutip dari laman Aljazeera, bahwa dalam kunjungannya tersebut, Erdogan melihat kesiapan Hagia Sophia sekaligus merencanakan beberapa gambar-gambar yang ada di dalam gedung.
Otoritas keagamaan Turki, Diyanet mengatakan ada beberapa ikon Kristen akan ditutup dan tidak dinyalakan selama pelaksanaan solat Jumat berlangsung. Mosaik-mosaik teraebut, nantinya akan disembunyikan dengan tirai atau laser.
Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan penyiar NTV, Juru Bicara Kepresidenan, Ibrahim Kalin mengatakan mosaik Mary dan Gabriel yang posisinya menghadap ke arah Kiblat, tempat umat Islam menghadapi saat sholat, akan ditutup dengan tirai.
Sedangkan untuk mosaik lain seperti Yesus dan tokoh-tokoh Kristen lainnya tidak akan ditutup lantaran posisinya tidak terletak di arah kiblat dan dianggap tidak menimbulkan hambatan bagi Muslim yang melaksanakan ibadah solat jumat nantinya.
“Selain digunakan untuk tempat ibadah Umat Muslim, Hagia Sophia tetap terbuka untuk semua pengunjung dan wisatawan. Semua mosaik akan dibuka,” jelasnya.
Namun demikian, belum diketahui apakah Presiden Erdogan akan ikut serta melaksanakan solat Jumat bersama 500 jamaah di Landmark Istanbul itu.
Minggu lalu, Pengadilan Tinggi Turki membuka jalan bagi konversi dalam keputusan dengan mencabut status museum yang diberikan hampir seabad lalu pada bangunan tersebut.
Situs Warisan Dunia UNESCO itu sebelumnya dibangun sebagai katedral selama kekaisaran Bizantium. Pada saat penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453 bangunan itu dikonversi menjadi Masjid. Namun saat kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk, bangunan diubah menjadi Museum.
“Merubah Hagia Sophia menjadi museum adalah kesalah besar,” kata Erdogan.[Devi Lusianawati]





















