Tokyo, Gontornews — Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, Senin (17/1/2022), mengatakan pemerintah akan fokus untuk membendung penyebaran infeksi varian omicron. PM Kishida mengakui jika pertempuran melawan virus lebih berat dari yang mereka perkirakan sebelumnya.
Dalam pidatonya di hadapan parlemen, PM Kishida berusaha untuk meredakan kekhawatiran publik tentang varian omicron yang sangat mudah menular. Ia pun berjanji akan memberikan suntikan lanjutan atau booster serta menyediakan layanan perawatan kesehatan bagi mereka yang mengalami gejala parah.
“Saya sendiri pernah mendengar orang Jepang berkata ‘Jangan lagi. Tidak tahan lagi’. Tetapi, kita harus sadar bahwa musuh yang tidak terlihat jauh lebih tangguh daripada apa yang berhasil diantisipasi,” kata Kishida sebagaimana dilansir Kyodo News.
“Sekali lagi, saya mohon kerjasamanya. Mari kita atasi krisis nasional ini,” sambung Perdana Menteri pengganti Yoshihide Suga tesebut.
Baru-baru ini, Jepang menunjukkan tren penurunan kasus Covid-19 seiring dengan berhasil terkonfirmasinya varian omicron. Pakar kesehatan telah menunjukkan bahwa varian omicron di sejumlah besar pasien tidak menunjukkan gejala atau bergejala ringan sekalipun sifat varian ini sangat menular.
Salah satu kebijakan yang Kishida buat adalah memperketat kontrol perbatasan untuk meminimalisir masuknya omicron.
“Kita perlu menghindari situasi darurat saat pasien dengan gejala parah melonjak karena infeksi yang tidak terduga dan kelangkaan tempat tidur di rumah sakit,” ucapnya. [Mohamad Deny Irawan]






















