Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang, Ahad (21/2/2021), mengonfirmasi bahwa program vaksinasi Covid-19 akan berjalan terbatas. Alasannya Pfizer, sebagai satu-satunya produsen vaksin Covid-19 yang disetujui Jepang, tidak meningkatkan pasokan vaksin.
Menteri Reformasi Administrasi Jepang, Taro Kono, menjelaskan pada tahap awal peluncuran, program vaksin bagi lansia akan terdistribusi secara bertahap.
βKami ingin memulai vaksinasi untuk lansia pada bulan April. Tetapi, jumlah dosis yang dialokasikan pada tahap awal sangat terbatas. Jadi kami akan memulainya secara perlahan,β kata Kono sebagaimana dilansir Reuters dari NHK.
Sejatinya, Jepang telah menjalin pembicaraan dengan pemasok vaksin Covid-19 dari negara-negara Barat lebih dari 500 juta dosis. Namun, pemerintah hanya menyetujui Pfizer sebagai satu-satunya produsen vaksin Covid-19 yang terlibat dalam program vaksinasi di Jepang.
Sebagai konsekuensi, Jepang harus menerima ketergantungan pemerintah terhadap pemasok vaksin Pfizer. Termasuk, jika Pfizer, pada akhirnya, mengalami keterhambatan produksi dan terkena kontrol ekspor.
Sementara itu, Kepala Juru bicara pemerintah Jepang, Senin (22/2/2021), Katsunobu Kato, mengatakan bahwa persetujuan aturan vaksin berdasarkan penggunaan dua dosis.
βSaya pikir kita perlu mempertimbangkan dengan hati-hati apakah kita dapat segera menyimpulkan dari penelitian ini bahwa satu dosis sudah cukup atau tidak,β ungkap Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu Kato.
Jepang telah mengonfirmasi pasokan 144 juta dosis vaksin Pfizer untuk tahun 2021. Kampanye penyuntikan mulai pekan lalu dengan dokter dan perawat sebagai peserta vaksinasi. Pemerintah memprioritaskan 4,7 juta pekerja medis sekitar 1 juta lebih dari perkiraan semula. [Mohamad Deny Irawan]





















