Berlin, Gontornews — Sementara Jerman masih menunggu para peneliti untuk mengembangkan vaksin virus corona, Menteri Kesehatan Jens Spahn memperkirakan pada hari Senin (12/10) bahwa vaksinasi di negara itu akan dilakukan sebelum April 2021.
“Saat ini, 12 Oktober, saya berasumsi bahwa kita bisa mulai pada kuartal pertama tahun depan,” katanya dikutip dw.com.
Dia menekankan vaksinasi bersifat sukarela. Otoritas Jerman berencana memulai upaya vaksinasi dengan kelompok berisiko tinggi, seperti orang yang menderita kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, orang tua, pekerja perawatan kesehatan, dan pegawai panti jompo.
Jerman menginvestasikan ratusan juta euro ke perusahaan penelitian medis dalam upaya untuk meningkatkan pengembangan vaksin.
Pada September, Spahn dan Menteri Riset Jerman Anja Karliczek berharap vaksinasi akan dimulai pada bulan-bulan pertama tahun depan. Berbicara melalui tautan video ke lembaga penelitian ekonomi Ifo pada hari Senin, Spahn mengatakan dia mendukung prediksi ini. Dia juga tampak tidak peduli tentang kekurangan vaksin, karena banyak negara yang sedang mengembangkan produk tersebut.
“Jika semua kuda mencapai garis finis, kami akan memiliki terlalu banyak vaksin,” katanya.
Sementara itu Rusia telah mendaftarkan vaksin virus corona pada Agustus lalu. Sedangkan AS, Cina, dan beberapa negara lain juga sedang melakukan riset vaksin mereka sendiri. Bulan lalu, WHO mengatakan tidak akan mendukung vaksin apa pun sebelum terbukti aman dan efektif.
Virus korona sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia, termasuk sekitar 9.600 di Jerman, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, AS. []






















