Berlin, Gontornews — Jerman akan mulai menawarkan vaksinasi virus corona untuk semua anak dan remaja berusia 12 tahun ke atas, kata pejabat tinggi kesehatan, Senin (2/8).
Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan setelah pertemuan dengan 16 menteri kesehatan negara bagian Jerman bahwa “kami menepati janji kami: semua orang yang ingin divaksinasi di musim panas – kami memiliki cukup vaksin untuk semua kelompok umur.”
“Oleh karena itu, anak-anak dan remaja … dapat memutuskan untuk divaksinasi setelah konsultasi medis dan dengan demikian melindungi diri mereka sendiri dan orang lain,” tambahnya dikutip Arabnews.com.
Desakan pemerintah untuk memvaksinasi pemuda Jerman datang dua bulan setelah Badan Obat Eropa merekomendasikan agar vaksin virus corona yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech diperluas ke anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun. Pekan lalu, regulator obat Uni Eropa juga memberikan vaksin yang dibuat oleh Moderna untuk anak-anak.
Namun sejauh ini, komite tetap vaksinasi negara itu, Stiko, enggan memberikan lampu hijau untuk semua anak muda dan hanya secara eksplisit merekomendasikan vaksinasi untuk kelompok usia antara 12 sampai 16 tahun jika mereka menderita penyakit kronis tertentu. Komite mengatakan bahwa penelitian mengenai kemungkinan efek jangka panjang dari vaksin pada yang lebih muda belum banyak dilakukan. Tapi komite akan memperbarui rekomendasinya jika data lebih banyak tersedia.
Tetapi ketika sekolah-sekolah di seluruh negeri mulai dibuka kembali setelah liburan musim panas, dan mengingat kerentanan orang-orang muda yang tidak divaksinasi terhadap varian delta yang menyebar dengan cepat, muncul desakan agar anak berusia 12 tahun ke atas divaksinasi. Politisi telah melobi agar anak-anak yang lebih muda diimunisasi COVID-19 dengan cepat untuk mencegah penutupan sekolah pada musim gugur.
Oleh karena itu, 16 pejabat tinggi kesehatan negara bagian pada hari Senin memutuskan bahwa anak-anak dan remaja yang sehat sekarang juga harus bisa mendapatkan suntikan di pusat vaksinasi atau praktik dokter anak. Sedangkan untuk semua kelompok umur, vaksinasi tetap bersifat sukarela.
Sejauh ini, 20 persen dari mereka yang berusia antara 12 sampai 17 tahun telah menerima setidaknya satu suntikan dan hampir 10 persen telah divaksinasi penuh.
Menteri keluarga negara itu mengatakan keputusan itu “merupakan langkah penting agar anak-anak dan remaja dapat dilindungi dari infeksi virus corona dengan cara terbaik.”
“Banyak orang tua yang merasa tidak aman tentang apakah mereka harus memvaksinasi anak-anak mereka karena sejauh ini tidak ada rekomendasi yang jelas,” tambah Christine Lambrecht. “Keputusan untuk menawarkan vaksinasi yang luas bagi mereka yang berusia antara 12 hingga 17 tahun sekarang dapat membantu mereka.”
Ada perbedaan besar dalam akses ke vaksinasi untuk kaum muda di seluruh Eropa. Sementara negara-negara seperti Estonia, Denmark, dan Prancis secara aktif mendorong keluarga untuk memvaksinasi anak-anak mereka sebelum tahun ajaran baru dimulai. Sedangkan negara lain seperti Swedia dan Inggris belum memulai vaksinasi massal untuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun.[]





















