Bogor, Gontornews – Presiden Jokowi meminta para guru agar mengajarkan etika penggunaan media sosial yang baik dan santun. Hal ini disampaikan Jokowi saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Sentul International Convention Center, Bogor, Ahad (27/11).
Jokowi merasa bahwa di era serba terbuka seperti saat ini membuat media sosial tidak dapat dihambat. Meski demikian, pengendalian serta pengarahan tentang penggunaan medsos bisa dilakukan. Presiden berharap pengendalian dan pengarahan tersebut dimulai dari guru di sekolah.
“Menghujat, saling menjelekkan, saling memaki, fitnah-fitnah, adu domba, ada semua di media sosial kita. Ini adalah tugas bapak dan ibu guru untuk memberitahu kepada anak didik kita karena nilai-nilai ke-Indonesia-an kita bukan itu,” tegas mantan Walikota Solo tersebut sebagaimana dilansir portal setkab.go.id.
Presiden juga mewaspadai masuknya pengaruh asing ke negara Indonesia dengan cara melemahkan dan memecah belah bangsa.
“Terutama untuk anak yang mulai menginjak ke SMP, menginjak ke SMA/SMK, agar diberitahu etika berinternet, netiquette, sopan santun dalam menyampaikan sesuatu di media sosial. ini penting sekali,” ujarnya.
“Etika berbicara, etika menghormati guru, etika menghormati orangtua, etika menghormati seniornya. Karena ini adalah nilai-nilai Indonesia,” tambah Jokowi.
Ia juga mengatakan, dengan persaingan pada tahun 2030-2040 yang semakin ketat yang diikuti dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, semua elemen bangsa harus menanamkan etika dan ciri keindonesiaan secara intensif untuk menyongsong masa depan.
“Kita bisa meraih atau tidak bisa meraih, bisa tinggal landas atau tidak bisa tinggal landas, itu Bapak dan Ibu guru memiliki peran sentral, memiliki peran yang utama dalam mengantarkan anak didik kita pada tahun tersebut,” ungkapnya.
“Dirgahayu guru Indonesia, jadilah lentera yang memandu bangsa melangkah ke depan menjadi bangsa pemenang,” pungkas Jokowi. [Mohamad Deny Irawan/Rus]

















