Amsterdam, Gontornews – Ratusan ribu bebek di beberapa peternakan di Belanda telah dimusnahkan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Flu Burung (H5N8). Virus ini disinyalir bertanggung jawab atas matinya ribuan burung liar di negeri itu.
Sekitar 200 ribu bebek telah dimusnahkan otoritas pemerintah setempat setelah ditemukan beberapa burung dari sejumlah peternakan di Belanda mati mendadak akibat flu burung.
Media Belanda, NOS, menyebut bahwa kematian mendadak yang terjadi pada ribuan bebek di Belanda akibat virus H5N8 yang sangat menular bagi unggas tapi tidak berbahaya untuk manusia.
Sebagaimana dilansir Dutsche Welle, virus H5N8 telah membunuh 30 persen unggas yang terinfeksi. Suatu hal yang membuat peternak unggas di Eropa merasa waswas.
Kebanyakan bebek yang dimusnahkan berasal dari peternakan di Biddinghuizen, 70 kilometer sebelah timur Ibukota Belanda, Amsterdam. Badan kesehatan makanan Belanda memantau lokasi tersebut di mana 10 ribu burung berada di setiap radius 1 kilometer.
Awal bulan ini, Pemerintah Belanda menutup kebun binatang dan melarang perburuan bebek liar di tengah wabah H5N8 yang menyebar di Eropa beberapa bulan terakhir.
Menurut media lokal, 1.250 bebek liar ditemukan mati di tepi Danau Markermeer, dekat Amsterdam, awal bulan ini. [Mohamad Deny Irawan/Rus]

















