Jeddah, Gontornews — Semua 13 wilayah Arab Saudi melaporkan kurang dari 50 kasus tambahan penyakit virus korona (COVID-19) pada hari Senin (7/12). Jumlah infeksi baru di negara itu terus menurun.
Pada hari Senin, sebagaimana dirilis Arabnews.com, Pemerintah Saudi mengumumkan 209 kasus baru. Total kasus sejak wabah dimulai hingga sekarang mencapai 358.922. Wilayah dengan jumlah kasus baru tertinggi yaitu Riyadh dan Madinah, masing-masing 44 kasus, diikuti oleh Mekkah 37 kasus.
Tambahan 289 pasien telah pulih, meningkatkan jumlah total pemulihan menjadi 349.168, atau tingkat kesembuhan 97,2 persen. Kota Riyadh mencatat jumlah kesembuhan tertinggi (61), diikuti oleh Madinah (36) dan Jeddah (31). Jumlah kasus aktif turun menjadi 3.777, sebanyak 577 di antaranya kritis.
Tambahan uji reaksi berantai polymerase (PCR) sebanyak 40.371, meningkatkan jumlah total menjadi 10,14 juta.
Klinik kesehatan khusus yang didirikan oleh Kementerian Kesehatan untuk menanggapi pandemi terus menguji dan merawat ribuan penduduk. Pusat Takkad dan klinik Tetamman telah memainkan peran penting dalam memantau penyebaran penyakit dan membantu pasien dengan kasus yang dicurigai atau dikonfirmasi.
Pusat Takkad menawarkan pengujian COVID-19 untuk orang-orang tanpa gejala atau gejala ringan, atau yang yakin mereka telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi. Sedangkan klinik Tetamman memberikan pengobatan dan saran kepada mereka yang memiliki gejala yang lebih parah seperti demam, kehilangan rasa dan bau serta kesulitan bernafas.
Kementerian dan pihak berwenang lainnya terus menyoroti pentingnya menjaga jarak sosial dan mengikuti semua protokol kesehatan dan keselamatan sebagai bagian dari upaya masyarakat untuk memperlambat penyebaran penyakit. []





















