Bangkok, Gontornews — Program vaksinasi nasional Thailand terancam hambatan akibat tidak tercapainya pasokan vaksin bulanan. Pada April, Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-ocha, mengatakan pemerintah siap memasok 100 juta dosis vakisn Covid-19 pada tahun 2021.
Bahkan, saat kasus harian melampaui 2000 kasus pada 23 April, PM Prayut mengatakan pemerintah berhasil mendapatkan 61 juta dosis dari perusahaan dengan 6 juta dosis tiba pada bulan Juni. Ia juga mengatakan bahwa Thailand akan menerima 10 juta dosis dari AstraZeneca pada tiap bulannya.
Namun, ekspektasi PM Prayut tidak seindah realita. Pada 25 Juni, Wakil Presiden AstraZeneca untuk urusan perusahaan global, Sjoerd Hubben, mengatakan jika kemampuan produksi vaksin AstraZeneca hanya sampai 5 hingga 6 juta dosis saja.
“Berdasarkan kemampuan terbaik kami untuk memperkirakan pasokan bulanan untuk rantai pasokan yang masih sangat baru, kami percaya bahwa dalam satu bulan rata-rata, dengan manufaktur tanpa gangguan, Kementerian Kesehatan Thailand akan menerima 5 hingga 6 juta dosis,” ungkap Hubben sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Jika merujuk pada laporan tersebut, Thailand ‘hanya’ akan menerima 35-42 juta dari 61 juta dosis yang diproyeksikan. Kritikus sosial Thailand, Sarinee Achavanuntakul, mengatakan negaranya telah salah mengambil langkah sejak awal.
“Kesalahan langkah pertama adalah kurangnya pola pikir manajemen risiko,” kata Sarinee.
Sarinee percaya bahwa putusan pemerintah yang hanya mengandalkan AstraZeneca dan Sinovac demi menciptakan kekebalan komunal terlalu berisiko. Ia lantas mempertayakan langkah Thailand yang tidak bergabung dengan komunitas COVAX demi mendapatkan akses vaksin Covid-19 yang lebih adil secara global.
“Thailand tidak menghadapai hal yang belum pernah apa yang pernah terjadi pada negara lain. Mengapa kita tidak mengambil pelajaran? Mengapa kita tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat?”
“Saya pikir pertanyaan banayak orang yaitu kurangnya transparansi dan kejujuran,” ujarnya.
Sejak memulai program vaksinasi nasional, Thailand telah berhasil menginokulasi 12.307.788 orang dengan dosis pertama dan 3.652.990 juta penerima dosis lengkap. [Mohamad Deny Irawan]




















