Graff-Reinet, Gontornews — Saat anda melihat foto di atas, mungkin adan menyangka bahwa foto itu telah disunting dan dimodifikasi, padahal, foto yang anda lihat di atas adalah foto asli dan sesuai dengan fakta.
Karo, sebuah kota di wilayah Afrika Selatan, selalu berada dalam kondisi tanah yang sangat kering. Bagi masyarakat setempta, Karo seolah memiliki tanah yang kehausan. Namun, seiring perubahan iklim, wilayah Karo terancam mengalami kekeringan terburuk dalam sejarah.
Saat ini, sumber mata ari di karo berubah kecoklatan yang diikuti dengan aroma ikan busuk. Benar saja, saat sejumlah peneliti mengunjungi bendungan Nqweba, yang juga mengering, mereka menemukan puluhan ribu ikan mati di tenah yang retak. Tidak hanya itu, ratusan hewan ternak dikabarkan mati karena kondisi kekeringan yang semakin memuncak di Karo.
Bagi masyarakat Karo, air adalah pemberian Tuhan paling berharga saat ini. Mereka tidak peduli apakah mereka bisa mandi, mencuci, menyiram toilet atau memberikan minum bagi hewan ternak. Bagi mereka, meminum air bersih adalah sebuah mukjizat di tengah musibah kekeringan hebat yang melanda Karo.
“Daerah ini kering tetapi keran kami tidak pernah benar-benar kosong. Tidak pernah,” kata seorang warga Karo, Bukelwa Booysen, sebagaimana dilansir Reuters.
Menurut pantauan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), musim panas di Karo membuat curah hujan menurun hingga 75 persen dibanding curah hujan rata-rata. PBB bahkan mengatakan 45 juta orang di Afrika Selatan berpotensi mengalami kelaparan.
Demi mengatasi problem kekeringan di Karo, pakar Geo Hidrologi, Gideon Groenewald, melakukan observasi untuk mencari air tanah.
“Saya membuka Google Map dan mencari pepohonan. Saya bertanya kepada Tuhan melalui doa mana pohon yang mampu menahan air dan saya pergi ke lokasi tersebut dengan menggunakan GPS,” ungkap Groenewald.
“Kau lihat bahwa jarumnya bergerak di arah dimana terdapat medan magnet? Jika ada, maka ada air di sini,” tambah Groenewald.
Dari 1.800 sumur bor yang dbangun dalam tiga tahun terakhir, hanya sepertiga yang mengering.
Akan tetapi, Direktur Perairan di Nature Concervancy di Afrika Selatan menyampaikan bahwa masyarakat Karo perlu berhati-hati dalam menggunakan sumur bor karena persediaan air tanah terbatas.
Keadaan ini bisa diperparah anda sektor pertanian yang membutuhkan air seperti lahan perkebunan jeruk mengalami kekeringan.
Kini warga Karo hanya berharap pada Tuhan agar memberikan hujan. “Kami berdoa agar Tuhan membuka surga dan mengirimkan hujan,” tutup seorang pemuka agama di Karo, Pastor Dolan Cochrane. [Mohamad Deny Irawan]






















