Budapest, Gontornews — Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, menyebut varian baru virus korona asal Inggris meningkatkan angka kasus harian Covid-19. Meski demikian, Orban tidak menjadikan penguncian sebagai solusi untuk menekan penambahan kasus infeksi harian.
Orban menyebut, dalam beberapa pekan ke depan, vaksin Covid-19 asal Rusia dan Cina tiba untuk mengimbangi peningkatan kasus.
โJika kami juga memulai vaksinasi dengan vaksin Cina, saat paskah mendatang, kami menargetkan semua warga untuk mendaftar program vaksinasi,โ kata Orban, Jumat (12/2/2021), kepada Reuters.
Sebagai informasi, Hungaria menargetkan kedatangan 500.000 dosis vaksin dari perusahaan vaksin Covid-19 asal Cina, Sinopharm, pekan depan. Hungaria berencana untuk mengelola proses vaksinasi dan menjelma sebagai negara Uni Eropa pertama yang menggunakan vaksin asal Cina tersebut.
Selain Sinopharm, Hungaria juga menjadi anggota Uni Eropa pertama yang mengelola vaksin Covid-19 asal Rusia, Sputnik-V. Regulator obat-obatan Hungaria telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat ketimbang menunggu persetujuan dari European Medicines Agency (EMA) milik Uni Eropa.
Orban menjelaskan bahwa tujuan vaksinasi agar banyak warga Hungaria menerima vaksin Covid-19. Mereka yang sudah menerima vaksin, selanjutnya, akan menerima dokumen yang membuktikan kekebalan mereka termasuk mereka yang sudah sembuh dari infeksi.
Tidak hanya itu, Hungaria juga berencana memberikan izin kepada penerima vaksin untuk mengunjungi restoran dan hotel.
Sejauh ini, Hungaria telah memberikan vaksin kepada lebih dari 300.000 warganya yang berprofesi sebagai petugas kesehatan serta kelompok lanjut usia. Mereka menerima suntikan dosis pertama dari vaksin Covid-19 milik Pfizer/BioNTech atau Moderna. Hungaria juga menggunakan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca mulai pekan ini. [Mohamad Deny Irawan]




















