Mati, Gontornews — Setidaknya 50 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka setelah sebuah hutan di Kota Mati, Athena Timur, Yunani terbakar. Kebakaran juga mengakibatkan 100 rumah dan 200 kendaraan milik warga sekitar terbakar, Senin (23/7).
Api yang membakar Mati, 29 km (18 mil) dari timur ibukota, merupakan kebakaran terburuk di negara itu sejak api menghancurkan semenanjung Peloponnese selatan pada Agustus 2007 lalu dan menewaskan belasan orang.
Kepala Palang Merah Yunani, Nikos Economopoulos kepada Skai TV mengatakan, warga sekitar mencoba menyelamatkan diri dengan berlari ke pantai ketika asap hitam mulai menutupi tempat tinggal mereka.
“Ratusan orang diselamatkan oleh kapal yang lewat tetapi yang lain menemukan jalan buntu karena tertutup api,” jelasnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, terpaksa mempersingkat kunjungan ke Bosnia dan mengatakan pihaknya akan menyerukan bantuan atas tragedi kebakaran yang terjadi di luar kendali tersebut.
“Kami berurusan dengan sesuatu yang benar-benar asimetris,” katanya dikutip Reuters.
Spanyol menawarkan bantuan setelah Yunani mengatakan mereka membutuhkan aset-aset udara dan tanah dari mitra Uni Eropa.
Pihak berwenang juga mengatakan pihaknya akan menggunakan drone tanpa awak dari Amerika Serikat untuk memantau dan melacak aktivitas yang mencurigakan di wilayah tersebut
Sebelumnya pihak berwenang Yunani telah mendesak penduduk dari wilayah pantai di sebelah barat Athena untuk meninggalkan rumah mereka untuk menghindari api yang semakin mengganas. Kebakaran telah menutup jalur tersibuk di negara tersebut dan menghentikan lajur kerera api.
Jalan raya utama Athena-Korintus, salah satu dari dua rute jalan ke semenanjung Peloponnese, ditutup dan layanan kereta api dibatalkan. [Devi Lusianawati]






















