Afrika, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Global Humanity Response menghimpun data tingkat kelaparan di Afrika. Setiap tahun menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan terdapat sekitar 250 juta warga atau 20 persen dari warganya mengalami kelaparan akut. Penyediaan pangan melalui kurban diharapkan bisa menjadi salah satu solusi daruat mengatasi krisis pangan di sana.
Mayoritas jumlah terjadi pada warga Afrika sub-Sahara dan beberapa negara di Afrika Timur. Di antaranya yaitu Ethiopia, Somalia, Sudan, Sudan Selatan, Kenya, dan Uganda. Di negara-negara tersebut, puluhan juta kasus kerawanan pangan terdata. Sementara sedikitnya 12,8 juta anak di sana mengalami malnutrisi.
Tingginya angka tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sektor pertanian yang di ambang kehancuran. Kemarau berkepanjangan, hingga serangan hama juga membuat petani sering mengalami gagal panen dan akibatkan stok pangan menurun drastis.
βKenaikan populasi belalang gurun terus mengancam mata pencaharian dan ketersediaan pangan di Afrika Timur,β ujar Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response ACT dilansir dari laman ACTNews, Senin (12/7).
Sejak akhir Mei lalu, diperkirakan 12.9 juta orang menghadapi kelangkaan makanan, malnutrisi, dan kekurangan air di kawasan peternakan dan pertanian di dataran rendah selatan dan tenggara Ethiophia. Sementara di Kenya, ada 2 juta orang menderita kekurangan makanan akut dan membutuhkan bantuan makanan segera.
Disisi lain, di Somalia, jumlah populasi yang mengalami krisis pangan, meningkat hanya dalam waktu satu bulan. Dari 1.6 juta orang pada bulan April, menjadi sekitar 2.7 juta orang menjelang akhir Mei 2021. Sedangkan di Sudan Selatan, hampir 70 persen warganya membutuhkan bantuan esensial dari bantuan kemanusiaan. Ribuan orang hidup dalam kekurangan makanan dan kekurangan gizi pada level kritis.
βKrisis ini pun sejatinya sudah lama mereka rasakan. Hamir setiap tahun, berbagai permasalahan muncul yang menyebabkan kerawanan pangan semakin parah menimpa Afrika. Dari mulai konflik berkepanjangan, kekeringan parah, hingga merebaknya pandemi Covid-19. Di mana berdasarkan organisasi kesehatan dunia, ada lebih dari empat juta kasus positif Covid-19 yang terdata di Afrika,β jelas Faradiba.
Dibutuhkan solusi segera, yang disebut Faradiba, mampu untuk meredam kelaparan yang menghantui warga Afrika tiap tahunnya. Global Qurban ACT pun hadir menawarkan solusi tersebut. Lewat berkurban, daging-daging berkualitas terbaik akan didistribusikan kepada ribuan warga Afrika. Lapar akan hilang, gizi buruk pun akan membaik lewat daging kurban pemberian Sahabat Dermawan.
βMelalui Global Qurban, kami menawarkan solusi mudah bagi Sahabat Dermawan untuk berkurban. Para dermawan bisa memilih langsung hewan yang akan dikurbankan, dan ikut andil dalam upaya menyudahi kelaparan di Afrika tahun ini. Insyaallah Global Qurban amanah. Sebab pada tahun-tahun sebelumnya, Global Qurban secara rutin menyembelih ribuan hewan kurban di sana,β ajak Faradiba. []


















