Jakarta, Gontornews — Rina Susanti Abidin Bahren SHI MA, Wakil Rektor 3 Institut Daarul Qur’an (IDAQU) kepada Gontornews.com menginformasikan bahwa IDAQU Jakarta kembali membuktikan eksistensinya sebagai kampus yang aktif melahirkan generasi Qur’ani berprestasi. Hal itu terlihat setelah tiga mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), berhasil menorehkan sejarah baru dengan lolos seleksi Program Penerimaan Magang Mahasiswa (PRIMA) PTKI Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2025.
Berikut profil mahasiswa IDAQU yang terpilih: Pertama, Amin Abdurrahman, mahasiswa semester delapan Prodi IAT ini berhasil menembus seleksi untuk ditempatkan di PT Bank BTPN Syariah Tbk. Dengan posisi sebagai Fasilitator Pendamping, Amin akan menjalani periode magang mulai 1 September hingga 31 Desember 2025. Peran ini menuntut kemampuan komunikasi, kepemimpinan, sekaligus pemahaman mendalam terhadap sistem keuangan syariah.
Kedua, Nuha ‘Afifa Muharram, mahasiswi semester tujuh Prodi IAT ini akan menjalankan magang di Natural Aceh Corp dengan fokus pada Pengembangan Masyarakat Islam. Selama periode 1 September 2025 hingga Januari 2026, Nuha diharapkan dapat berkontribusi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani ke dalam program pemberdayaan masyarakat. Penempatan ini memberikan peluang bagi Nuha untuk memperluas peran sosial mahasiswa dalam pembangunan berbasis nilai Islam.
Ketiga, Qonita Salsabilla Anwar, mahasiswi semester tujuh Prodi IAT ini berhasil diterima di PT Konsultan Wakaf Indonesia. Ia akan menempati posisi sebagai Digital Waqfraiser pada periode 1 September 2025 hingga 31 Januari 2026. Peran ini selaras dengan perkembangan zaman, di mana teknologi digital dioptimalkan untuk memperkuat ekosistem wakaf. Qonita membawa semangat baru dengan menjadikan dunia digital sebagai sarana inovasi amal jariyah.
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa IDAQU memiliki kompetensi yang mumpuni, daya saing yang kuat, serta kesiapan untuk berkiprah di dunia profesional. Program PRIMA PTKI dikenal sebagai program bergengsi yang hanya mempertemukan mahasiswa pilihan dari perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia.
Melalui program ini, peserta bukan hanya memperoleh pengalaman magang, tetapi juga kesempatan membangun jejaring, mengasah keterampilan, dan memberikan kontribusi nyata di lembaga strategis baik nasional maupun internasional. [Edithya Miranti]






















