pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 20 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Kesultanan Demak Melawan Intervensi Portugis di Panarukan

Oleh Budi Sulistiono, Pemerhati Sejarah Kebudayaan/Peradaban Islam di Indonesia

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
8 February 2026
in Kolom
0
Kesultanan Demak Melawan Intervensi Portugis di Panarukan

Perlawanan Kesultanan Demak. (Ilustrasi)

Sejarah Nusantara abad ke-16 ditandai oleh pertemuan intens antara kekuatan lokal dengan kolonialisme Eropa. Menurut Ricklefs, M. C. (2008), Sejarah Indonesia modern, 1200–2008,  Jakarta: Serambi, setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada 1511, jalur-jalur pelayaran utama Asia Tenggara mengalami guncangan besar. Kesultanan Demak dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa yang memainkan peran penting dalam pembentukan identitas politik dan budaya Nusantara abad ke-16.

Salah satu episode penting yaitu upaya Demak menahan intervensi Portugis di Panarukan, sebuah pelabuhan strategis di pesisir timur Jawa. Konflik ini tidak hanya mencerminkan persaingan kekuatan militer, tetapi juga persilangan kepentingan dagang, agama, dan geopolitik regional.

Latar Belakang Ekspansi Portugis dan Reaksi Demak

Portugis sejak merebut Malaka pada 1511, berusaha menguasai jalur-jalur pelayaran penting di Asia Tenggara. Menurut Ricklefs, M. C. (2008), Sejarah Indonesia modern, 1200–2008, Jakarta: Serambi, mereka membangun benteng dan menjalin aliansi dengan penguasa lokal untuk mengamankan monopoli perdagangan rempah. Di Jawa, menurut Lombard, D. (1996), Nusa Jawa: Silang budaya (Vol. 2), Jakarta: Gramedia, perhatian mereka tertuju pada titik-titik strategis, termasuk Panarukan di Jawa Timur, yang berfungsi sebagai pelabuhan transit penting dalam jaringan dagang antara Jawa, Bali, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Kesultanan Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Trenggana, memandang intervensi Portugis sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan kontrol atas perdagangan maritim. Demak tidak hanya berperan sebagai pusat politik Islam di Jawa, tetapi juga sebagai penggerak jaringan dagang lintas Nusantara. Dengan demikian, upaya Portugis di Panarukan menurut Azra, A. (2002), Islam Nusantara: Jaringan global dan local, Jakarta: Mizan, dianggap menantang legitimasi dan kepentingan strategis Demak.

BACA JUGA

Internalisasi Nilai Asmaul Husna dalam Menumbuhkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa

Strategi Menanamkan Akidah Islam Melalui Pembiasaan Ibadah pada Anak Tingkat SD/MI

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

Panarukan: Simbol Strategis dan Identitas Nusantara

Panarukan bukan sekadar pelabuhan kecil. Letaknya di jalur perdagangan vital menjadikannya titik perebutan pengaruh. Sejarawan menyebut bahwa penguasaan Panarukan oleh Portugis akan membuka jalan bagi penetrasi lebih jauh ke Nusantara bagian timur, terutama Maluku sebagai pusat rempah dunia (Reid, 1993).

Bagi Demak, mempertahankan Panarukan berarti menjaga kesinambungan perdagangan sekaligus membentengi Islamisasi pesisir dari ancaman dominasi asing. Konfrontasi ini memperlihatkan bahwa perlawanan Nusantara terhadap kolonialisme bukanlah sekadar reaksi lokal, melainkan bagian dari dinamika global di mana Islam, perdagangan, dan kekuasaan kolonial Eropa saling berinteraksi (Suryanegara, 2015).



Catatan sejarah menyebutkan bahwa pada dekade 1520–1540, Demak mengirimkan armada militer ke Panarukan untuk menghalau Portugis. Meskipun detail pertempuran tidak banyak terdokumentasi, sejumlah sumber termasuk Ricklefs, M. C. (2008),Sejarah Indonesia modern, 1200–2008, Jakarta: Serambi, menegaskan bahwa Portugis menghadapi perlawanan kuat dari koalisi Jawa–Islam yang dipimpin Demak.

Perlawanan tersebut merupakan bagian dari strategi maritim Demak yang lebih luas. Selain Panarukan, Demak juga aktif menekan kekuatan Portugis di pesisir utara Jawa dan bahkan mengirim ekspedisi ke Malaka. Strategi ini menunjukkan bahwa Demak berperan sebagai kekuatan regional yang berusaha membangun hegemoni politik–ekonomi sekaligus menghadang kolonialisme.

Menurut Azra, A. (2002), Islam Nusantara: Jaringan global dan local, Jakarta: Mizan dan Reid, A. (1993), Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. New Haven: Yale University Press, “Konflik Panarukan” memiliki makna yang melampaui pertempuran militer. Pertama, ia menjadi simbol awal resistensi Nusantara terhadap kolonialisme Barat. Kedua, perlawanan ini memperlihatkan keterkaitan erat antara politik Islam lokal dengan arus global, di mana kekuatan maritim menjadi instrumen mempertahankan kedaulatan. Ketiga, peristiwa ini menegaskan bahwa sejak abad ke-16, masyarakat Nusantara sudah menyadari pentingnya menjaga jalur perdagangan dan identitas budaya dari dominasi asing.

Kisah perlawanan Demak di Panarukan memberi inspirasi dalam melihat identitas maritim Indonesia hari ini. Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia sesungguhnya mewarisi tradisi panjang sebagai kekuatan laut. Sejarah perlawanan Demak terhadap Portugis mengingatkan bahwa kedaulatan bangsa sangat terkait dengan penguasaan laut, perdagangan, dan diplomasi global.

Dalam konteks modern, narasi ini juga memperkuat kesadaran kolektif bahwa kolonialisme dalam bentuk baru, baik ekonomi maupun budaya, tetap dapat mengancam. Oleh karena itu, warisan sejarah seperti perjuangan Demak dapat menjadi rujukan untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus membangun jati diri sebagai bangsa maritim yang terbuka, tetapi tetap berdaulat. []

Tags: AntiperangIntervensi PortugisKesultanan DemakPanarukan
Share26Tweet16Send
Previous Post

Dorong Bi’ah Lughawiyyah Lebih Aktif dan Disiplin, DPB UNIDA Gontor Adakan Monitoring Kelas Bahasa

Next Post

Peran Pelabuhan Sebagai Pintu Masuk Islam di Bali

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

0
Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

0
LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

0
Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

0
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

0
Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

Regulasi Emosi Orang Tua Kunci Utama Bentuk Karakter Anak di Era Modern

19 October 2026
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

Hari Santri 2026, Nagan Raya Gelar Lomba Pidato Arab dan Turnamen Olahraga

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

19 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result