15
Tonton Selengkapnya
30 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 7 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Kesultanan Demak Melawan Intervensi Portugis di Panarukan

Oleh Budi Sulistiono, Pemerhati Sejarah Kebudayaan/Peradaban Islam di Indonesia

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
8 February 2026
in Kolom
0
Kesultanan Demak Melawan Intervensi Portugis di Panarukan

Perlawanan Kesultanan Demak. (Ilustrasi)

Sejarah Nusantara abad ke-16 ditandai oleh pertemuan intens antara kekuatan lokal dengan kolonialisme Eropa. Menurut Ricklefs, M. C. (2008), Sejarah Indonesia modern, 1200–2008,  Jakarta: Serambi, setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada 1511, jalur-jalur pelayaran utama Asia Tenggara mengalami guncangan besar. Kesultanan Demak dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa yang memainkan peran penting dalam pembentukan identitas politik dan budaya Nusantara abad ke-16.

Salah satu episode penting yaitu upaya Demak menahan intervensi Portugis di Panarukan, sebuah pelabuhan strategis di pesisir timur Jawa. Konflik ini tidak hanya mencerminkan persaingan kekuatan militer, tetapi juga persilangan kepentingan dagang, agama, dan geopolitik regional.

Latar Belakang Ekspansi Portugis dan Reaksi Demak

Portugis sejak merebut Malaka pada 1511, berusaha menguasai jalur-jalur pelayaran penting di Asia Tenggara. Menurut Ricklefs, M. C. (2008), Sejarah Indonesia modern, 1200–2008, Jakarta: Serambi, mereka membangun benteng dan menjalin aliansi dengan penguasa lokal untuk mengamankan monopoli perdagangan rempah. Di Jawa, menurut Lombard, D. (1996), Nusa Jawa: Silang budaya (Vol. 2), Jakarta: Gramedia, perhatian mereka tertuju pada titik-titik strategis, termasuk Panarukan di Jawa Timur, yang berfungsi sebagai pelabuhan transit penting dalam jaringan dagang antara Jawa, Bali, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Kesultanan Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Trenggana, memandang intervensi Portugis sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan kontrol atas perdagangan maritim. Demak tidak hanya berperan sebagai pusat politik Islam di Jawa, tetapi juga sebagai penggerak jaringan dagang lintas Nusantara. Dengan demikian, upaya Portugis di Panarukan menurut Azra, A. (2002), Islam Nusantara: Jaringan global dan local, Jakarta: Mizan, dianggap menantang legitimasi dan kepentingan strategis Demak.

BACA JUGA

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Panarukan: Simbol Strategis dan Identitas Nusantara

Panarukan bukan sekadar pelabuhan kecil. Letaknya di jalur perdagangan vital menjadikannya titik perebutan pengaruh. Sejarawan menyebut bahwa penguasaan Panarukan oleh Portugis akan membuka jalan bagi penetrasi lebih jauh ke Nusantara bagian timur, terutama Maluku sebagai pusat rempah dunia (Reid, 1993).

Bagi Demak, mempertahankan Panarukan berarti menjaga kesinambungan perdagangan sekaligus membentengi Islamisasi pesisir dari ancaman dominasi asing. Konfrontasi ini memperlihatkan bahwa perlawanan Nusantara terhadap kolonialisme bukanlah sekadar reaksi lokal, melainkan bagian dari dinamika global di mana Islam, perdagangan, dan kekuasaan kolonial Eropa saling berinteraksi (Suryanegara, 2015).

Catatan sejarah menyebutkan bahwa pada dekade 1520–1540, Demak mengirimkan armada militer ke Panarukan untuk menghalau Portugis. Meskipun detail pertempuran tidak banyak terdokumentasi, sejumlah sumber termasuk Ricklefs, M. C. (2008),Sejarah Indonesia modern, 1200–2008, Jakarta: Serambi, menegaskan bahwa Portugis menghadapi perlawanan kuat dari koalisi Jawa–Islam yang dipimpin Demak.

Perlawanan tersebut merupakan bagian dari strategi maritim Demak yang lebih luas. Selain Panarukan, Demak juga aktif menekan kekuatan Portugis di pesisir utara Jawa dan bahkan mengirim ekspedisi ke Malaka. Strategi ini menunjukkan bahwa Demak berperan sebagai kekuatan regional yang berusaha membangun hegemoni politik–ekonomi sekaligus menghadang kolonialisme.

Menurut Azra, A. (2002), Islam Nusantara: Jaringan global dan local, Jakarta: Mizan dan Reid, A. (1993), Southeast Asia in the Age of Commerce, 1450–1680. New Haven: Yale University Press, “Konflik Panarukan” memiliki makna yang melampaui pertempuran militer. Pertama, ia menjadi simbol awal resistensi Nusantara terhadap kolonialisme Barat. Kedua, perlawanan ini memperlihatkan keterkaitan erat antara politik Islam lokal dengan arus global, di mana kekuatan maritim menjadi instrumen mempertahankan kedaulatan. Ketiga, peristiwa ini menegaskan bahwa sejak abad ke-16, masyarakat Nusantara sudah menyadari pentingnya menjaga jalur perdagangan dan identitas budaya dari dominasi asing.

Kisah perlawanan Demak di Panarukan memberi inspirasi dalam melihat identitas maritim Indonesia hari ini. Dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia sesungguhnya mewarisi tradisi panjang sebagai kekuatan laut. Sejarah perlawanan Demak terhadap Portugis mengingatkan bahwa kedaulatan bangsa sangat terkait dengan penguasaan laut, perdagangan, dan diplomasi global.

Dalam konteks modern, narasi ini juga memperkuat kesadaran kolektif bahwa kolonialisme dalam bentuk baru, baik ekonomi maupun budaya, tetap dapat mengancam. Oleh karena itu, warisan sejarah seperti perjuangan Demak dapat menjadi rujukan untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus membangun jati diri sebagai bangsa maritim yang terbuka, tetapi tetap berdaulat. []

Tags: AntiperangIntervensi PortugisKesultanan DemakPanarukan
Share12Tweet8Send
Previous Post

Dorong Bi’ah Lughawiyyah Lebih Aktif dan Disiplin, DPB UNIDA Gontor Adakan Monitoring Kelas Bahasa

Next Post

Peran Pelabuhan Sebagai Pintu Masuk Islam di Bali

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result