Sumenep, Gontornews — Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, pada Sabtu (12/8/2023) sukses menggelar acara Apel Tahunan dalam rangka menyambut Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy Ponpes Al-Amien Prenduan.
Acara ini pun dimeriahkan dengan kehadiran para guru dan santri yang memenuhi area setempat. Kepada Gontornews.com, Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA menjelaskan bahwa pada tahun 2023, Ponpes Al-Amien Prenduan memasuki usia ke-71 tahun. “Alhamdulillah Al-Amien Prenduan tetap eksis, maju, dan berkembang,” tekan sang kiai.
Keberadaan Ponpes Al-Amien Prenduan hingga mampu bertahan dan berkembang seperti sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari jasa dan perjuangan para almarhumin, para kiai, mulai dari KH Chotib, KH Achmad Djauhari Chotib, KH Mohammad Tidjani Djauhari, KH Mohammad Idris Jauhari, KH Maktum Jauhari, serta masyayikh lainnya.
Dalam sambutannya KH Fauzi juga menyampaikan, “Pada tahun ajaran ini jumlah santri di seluruh lembaga ialah 8.511 orang, ditambah guru-guru dan para dosen sebanyak 1.014 orang. Total jumlah santri dan guru sebanyak 9.525. Tentu saja yang patut disyukuri adalah betapa tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada
Pondok Al-Amien Prenduan.”
Tahun ini ada sekitar 1.954 santri baru yang berdatangan dari seluruh penjuru Indonesia nyantri di pondok ini. “Hal ini merupakan anugerah dari Allah untuk pondok kita,” tambah putra sulung KH M Tidjani Djauhari tersebut.
Untuk itu, lanjutnya, ia menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya pengurus Ikatan Keluarga Besar Al-Amien Prenduan (IKBAL) di berbagai daerah, alumni, wali santri, dan para simpatisan, yang telah membantu menyukseskan proses penjaringan santri baru.
“Kepada para santri baru kami sampaikan, ‘Ahlan wa sahlan fi ma’hadina Al-Amien Prenduan. Udkhuluu fi ma’hadina kaffah: jisman wa aqlan wa ruhan,'” sambut KH Fauzi.
Kiai muda ini lantas menekankan bahwa pondok adalah sebuah cita-cita agung yaitu sebuah kawah candradimuka tempat lahirnya ulama, para pemimpin umat, mundzirul qaum, yang siap berjuang dan mengabdi kepada umat, bangsa dan negara li izzil Islam wal muslimin, untuk itu, prinsip, nilai, falsafah, serta tradisi-tradisi yang positif yang sudah diwariskan oleh al-marhumin harus tetap dirawat dan dilestarikan. “Pondok Al-Amien Prenduan harus terus hidup hingga Hari Kiamat kelak, aamin,” pungkas Kiai Fauzi. [Edithya Miranti]






















