Bogor, Gontornews – Selasa (26/11/2024) menjadi hari spesial bagi para siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pasalnya, pada hari itu mereka diperbolehkan membeli jajanan. Atau apa pun yang ditawarkan rekan-rekannya dalam kegiatan Insantama Market Day (IMD). Bahkan mereka ‘diwajibkan’ berbelanja. Lho?
Menjadi hari spesial karena pada hari-hari biasa para siswa tidak diperkenankan jajan di sekolah. Namun, pada hari Selasa itu mereka diwajibkan berbelanja, membeli dagangan yang ditawarkan oleh rekan-rekannya di ‘lapak-lapak’ yang menyesaki halaman sekolah dan lapangan futsal. Lapak-lapak itu telah disiapkan oleh panitia IMD sehari sebelumnya.
Di lapak-lapak itu ada yang berjualan makanan, minuman, buku, pensil, pulpen, penghapus, dan peralatan tulis (ATK) lainnya. Mereka juga ada yang jualan ikan hias dan kelinci. Bahkan ada siswa yang menjual hasil karyanya berupa lukisan yang dibuat dari sampah plastik, hasil P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bertema “Gaya Hidup Berkelanjutan”.
Maka halaman sekolah berubah menjadi marketplace. Tempat jualan para siswa kelas 3, 4 dan 5 yang berperan sebagai penjual. “Anak-anak kelas 1 dan 2 berperan sebagai pembeli,” ujar Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang Ir H Ahmad Soim.
Sebagai pembeli, para siswa kelas 1 dan 2 diperkenankan membawa uang Rp35 ribu untuk berbelanja. Mereka mendapat kesempatan pertama untuk berbelanja secara mandiri. Tanpa didampingi oleh orangtuanya. “Ini salah satu pembelajaran kemandirian buat anak-anak,” papar Ustadz Ahmad Soim pada IMD yang dibuka oleh Pengawas SD dan TK Kecamatan Leuwiliang, Syamsiyah, SPd, MM.
Demikian pula para siswa kelas 3, 4 dan 5 belajar menjadi pedagang secara mandiri. Mereka akan menghitung hasil jualannya, termasuk menghitung labanya, secara mandiri dan melaporkannya kepada gurunya. Tentu tidak semua pedagang menuai keuntungan. Begitu pun yang menuai keuntungan, jumlahnya tidak sama. Ada yang besar ada yang kecil. “Rezeki itu datangnya dari Allah,” katanya kepada para siswa.
Pada kegiatan IMD bertema “Berniaga ala Rasulullah, Raih Hidup Lebih Berkah”, para siswa kelas 6 belajar menjadi pengelola IMD. Mereka menjadi manajemen kegiatan ini dengan bimbingan gurunya. Namun demikian mereka juga berkesempatan menjadi pembeli. Pun dengan siswa kelas 3 – 5, mereka juga berkesempatan menjadi pembeli setelah dagangannya habis terjual.
Pembukaan IMD menjadi lebih semarak dengan aneka tampilan kreasi para siswa. Mereka membacakan puisi, senandung shalawat, marawis, gerak tari, serta atraksi bela diri karate dan pencak silat.
Usai acara pembukaan, para orangtua dan wali siswa yang saat acara pembukaan IMD berlangsung berada di luar pagar sekolah, diberi kesempatan untuk berbelanja. Suasana pasar pun makin semarak. []






















