Brasilia, Gontornews — Sebuah komunitas lingkungan hidup Brazil mengajukan Ketua Adat Hutan Amazon Brazil, Raoni Metuktire, sebagai peraih nobel dunia tahun 2020, Sabtu (14/9). Untuk merealisasikan pencalonan Raoni sebagai peraih nobel, Yayasan Darcy Ribeiro mendorong Presiden Emmanuel Macron untuk mendukung Raoni.
Raoni merupakan ikon hutan Amazon yang memiliki bibir lebar, menggunakan hiasan kepala macaw dan cicin telinga. Ia juga dinobatkan oleh dunia internasional sebagai juru kampanye lingkungan hidup pada tahun 1980-an bersama dengan musisi Sting.
“Ketua Raoni merupakan simbol hidup dari perjuangan kita untuk melindungi alam dan hak-hak masyarakat adat di Amazon,” kata juru bicara Yayasan Darcy Ribeiro, Toni Lotar, sebagaimana dilansir Reuters.
“Ia dihormati seluruh dunia setelah memdedikasikan hidupnya untuk kelangsungan kehidupan di planet kita yang kini terancam akibat perubahan iklim,” tambah Lotar.
Baru-baru ini, Raoni yang sudah berusia 89 tahun kembali turun ke jalan guna mencari bantuan untuk menghentikan pembakaran hutan Amazon dalam beberapa waktu terakhir.
Banyak pihak menduga bahwa kebakaran di hutan Amazon disebabkan rencana Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, yang berniat untuk mengembangkan Amazon secara ekonomi dan mengasimilasi masyaraka adatnya.
Meski demikian, Pemerintah Brazil membantah tuduhan tersebut dan menduga bahwa para petani telah memperluas wilayah pertaniannya dengan membahar hutan Amazon serta menyalahkan panjanngnya musim kemarau.
Bolsonaro juga mengirim tentara untuk membantu memadamkan api. Namun, kebijakannya diprotes karena dinilai melakukan tindakan deforestasi yang merusak ekosistem hutan hujan yang dianggap sebagai benteng melawan perubahan iklim. [Mohamad Deny Irawan]





















