10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
27 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Thursday, 23 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Keutamaan Membaca Al-Qur’an yang Telah Dijamin Kebenarannya

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri, MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
6 February 2023
in Tafsir
0
Foto: detiknews

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya: Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS A-Baqarah: 2)

Interpretasi Para Mufasir

Imam Al-Baidhawi dalam Tafsir Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil mengatakan, “Dzālikal kitāb” atau “itu kitab” merupakan kata untuk menunjuk sesuatu yang jauh. Ia dapat ditafsirkan sebagai Surat Al-Baqarah, Al-Qur’an itu sendiri, kitab, atau kitab suci terdahulu.

BACA JUGA

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Sedangkan makna asal “kitāb” adalah “kumpulan, himpunan, gabungan.” Sementara Al-Qurthubi mengatakan bahwa kitab itu gabungan dari huruf-huruf.

Adapun pengertian “tiada terdapat keraguan” menurut Imam Al-Baidhawi adalah bahwa kitab itu demikian jelas dan gamblangnya sehingga orang yang memiliki akal sehat tidak meragukannya sebagai wahyu yang mengandung mukjizat setelah menganalisisnya. Tiada seorang pun meragukan kemukjizatan Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Turunnya Al-Qur’an yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam”. (QS As-Sajdah: 2)

Imam At-Thabari mengungkapkan bahwa “hudan” adalah petunjuk dari kesesatan. Sementara sebagian sahabat nabi mengartikan hudan lil muttaqīn sebagai cahaya bagi orang yang bertakwa.

Al-Hasan Al-Bashari berpendapat terkait “lil muttaqīn” dengan, penjauhan orang bertakwa dari larangan yang diharamkan dan pelaksanaan kewajiban yang diberikan kepada mereka.

Menurut Ibnu Abbas, orang yang bertakwa adalah orang yang mewaspadai siksa Allah untuk tidak menjauhi petunjuk yang mereka pahami; dan mengharapkan rahmat-Nya dengan mengimani semua yang dikabarkan agama kepada mereka.

An-Nashir dalam Kitab Al-Intishaf mengatakan, “hudan” dalam Al-Qur’an memiliki dua pengertian. Pertama, petunjuk dan penjelasan atas jalan kebenaran bagi orang yang tersesat baik diterima atau ditolak.

Kedua, petunjuk dalam arti hidayah yaitu Allah menciptakan penerimaan atas petunjuk di hati hamba-Nya, orang yang bertakwa.

Mendapatkan petunjuk merupakan suatu anugerah yang sangat besar dari Allah. Karenanya hanya orang-orang yang bertaqwa saja yang akan mendapatkan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang bertaqwa juga dimaknai sebagai orang yang beriman, artinya hanya orang-orang beriman saja yang akan mendapatkan petunjuk dari Al-Qur’an ini.

Ibnu Mas’ud dan sejumlah sahabat lainnya mengartikan “lil muttaqīn” sebagai mukminin atau orang yang beriman. Imam Al-Kalbi ketika ditanya perihal “al-muttaqīn” menjawab, “mereka yang menjauhi dosa besar.”

Sementara Qatadah mengatakan “al-muttaqīn” tidak lain adalah orang yang disifatkan dan digambarkan oleh Allah pada ayat berikutnya, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki.

Ad-Dhahak dalam Tafsir Imam At-Thabari meriwayatkan Ibnu Abbas yang mengartikan orang bertakwa sebagai “orang beriman yang menjaga diri dari penyekutuan terhadap-Ku; dan mereka yang berbuat taat kepada-Ku.”

Tingkatan takwa menurut Surat Al-Baqarah Ayat 2. Pertama, orang yang menjaga diri dari azab yang kekal dengan melepaskan diri dari kemusyrikan. Kedua, orang yang menjauhkan diri dari segala hal yang bisa memalingkan hatinya dari Allah serta menekan hasrat dan nafsunya demi ibadah kepada Allah SWT. Ketiga, orang yang menjauhkan diri dari tindakan pengabaian yang dianggap dosa menurut syariat, termasuk dosa kecil menurut kaum tertentu.

Pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas, yaitu: Penguatan keimanan kepada Allah Ta’ala, kitab-Nya, dan rasul-Nya serta motivasi untuk senantiasa meminta petunjuk dari Al-Qur’an; serta penjelasan mengenai keutamaan takwa dan orang-orang yang bertakwa.

Nilai-nilai Pendidikan

Surat Al-Baqarah Ayat 2 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia. Pertama, mendidik hamba-Nya agar menjadi orang yang bertakwa dan beriman kepada-Nya. Kedua, mengajarkan hamba-Nya untuk senantiasa mengikuti Allah dan Rasul-Nya.

Ketiga, mendidik kita agar meningkatkan diri untuk senantiasa membaca, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an. Keempat, mendidik kita agar melatih diri untuk terus memperbaiki perilaku dan menjauhi segala yang menyesatkan.

Karena itu hendaklah kita membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” (HR Muslim)

Membaca dalam perspek­tif teologi Islam tidak sebatas mem­baca teks. Makna iqra bukan sekedar membaca, melainkan mencakup kegiatan observasi, pengamatan, peneli­tian dan pengembangan.

Allah SWT berfirman:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥

Artinya:

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.
  4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.
  5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Mereka yang membaca Al-Qur’an diibaratkan seperti buah yang memiliki rasa dan bau yang enak, Rasulullah SAW bersabda:

مثَلُ المُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ : رِيْحُهَا طَيِّبٌ وطَعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ : لَا رِيحٌ لَهَا وطعْمُهَا حُلْوٌ ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ الرِّيْحَانَةِ : رِيْحُهَا طَيِّبٌ وطَعْمُهَا مُرٌّ ، ومَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَهَا رِيْحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

“Perumpamaan orang mukmin yang suka membaca Al-Qur’an ialah seperti buah jeruk utrujah, baunya enak dan rasanya pun enak dan perumpamaan orang mukmin yang tidak suka membaca Al-Qur’an ialah separti buah kurma, tidak ada baunya, tetapi rasanya manis. Adapun perumpamaan orang munafik yang suka membaca Al-Qur’an ialah separti minyak harum, baunya enak sedang rasanya pahit dan perumpamaan orang munafik yang tidak suka membaca Al-Qur’an ialah separti rumput hanzhalah, tidak ada baunya dan rasanyapun pahit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Lalu mengapa banyak orang yang jarang membaca Al-Qur’an? Ada sejumlah alasan mengapa orang jarang membaca Al-Qur’an. Pertama, kesibukan manusia pada urusan dunia. Allah SWT berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

Artinya: Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS Ali Imran: 14)

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, seorang ‘alim atau penuntut ilmu syar’i. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Kedua, tidak beriman kepada Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

الٓمٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ۗ وَٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al-Qur’an). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). (QS Ar-Ra’d: 1)

Ketiga, tidak mengetahui keutamaan membaca Al-Qur’an. Lalu, apa keutamaan membaca Al-Qur’an?

Pertama, tidak akan tersesat dan tidak akan celaka. Allah SWT berfirman:

فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

“Lalu baran siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS Thaha: 123)

Kedua, para malaikat akan selalu bersamanya. Rasulullah SAW bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Seorang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa taat kepada Allah. Adapun yang membaca Al-Qur’an dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.” (HR Muslim)

Ketiga, penyembuh penyakit yang ada dalam dada. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (QS Yunus: 57)

Keempat, memberi petunjuk dan kabar gembira. Allah SWT berfirman:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ

“Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.” (QS Al-Isra’: 9)

Kelima, penawar dan rahmat. Allah SWT berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian. (QS Al-Isra’: 82)

Keenam, mengetahui kisah-kisah dari para Nabi dan Rasul Allah SWT. Allah berfirman:

نَتْلُو عَلَيْكَ مِنْ نَبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman.” (QS Al-Qashash: 3)

Ketujuh, mendapatkan pahala kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الٓمٓ satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Kedelapan, mendapat pahala shalat sepanjang malam. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ

“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala salat sepanjang malam.” (HR Ahmad)

Nasihat Umar Bin Khattab

“Jaga dan rawatlah Al-Qur’an (menghafal dan mengamalkannya), demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh Al-Qur’an lebih cepat lepas (hilang dari hafalan) daripada lepasnya unta dari ikatannya,” kata Nabi Muhammad dalam satu hadis riwayat Bukhari.

Umar bin Khattab merupakan salah seorang sahabat yang begitu ‘perhatian’ dengan Al-Qur’an dan penghafalnya. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab mengusulkan agar menyusun tulisan-tulisan Al-Qur’an yang berserakan – di lempengan batu, pelepah kurma, kulit binatang, dan kepingan tulang – ke dalam satu mushaf.

Usulan Umar bin Khattab itu tidak lepas dari kondisi saat itu, sebanyak 70 sahabat penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah, peperangan melawan orang-orang yang murtad sepeninggal wafat Nabi Muhammad. Melihat kejadian itu, Umar bin Khattab khawatir dan usul agar Al-Qur’an dibukukan. Semula Abu Bakar As-Shiddiq keberatan dengan usulan Umar tersebut, karena pada zaman Nabi hal itu tidak dilakukan, namun akhirnya dia sepakat.

Abu Bakar menugaskan beberapa orang untuk menyelesaikan tugas pengumpulan tulisan-tulisan Al-Qur’an, di antaranya Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, dan Ubay bin Ka’ab. Zaid bin Tsabit, selaku sekretaris pribadi Nabi Muhammad, ditunjuk sebagai ketua pelaksana.

Kemudian pada saat Umar bin Khattab menjadi khalifah, dia mengirimkan surat kepada pemimpin pasukan. Umar meminta laporan tentang jumlah prajurit yang hafal Al-Qur’an. Sebagai penghormatan, Umar bin Khattab akan memberikan tunjangan kepada prajurit yang hafal Al-Qur’an.

Tidak hanya itu, mereka juga akan dikirim ke seluruh penjuru wilayah kekuasaan Islam untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada umat. Salah seorang pemimpin pasukan melaporkan bahwa di pihaknya ada 300 orang lebih yang hafal Al-Qur’an. Setelah menerima surat itu, Umar bin Khattab mengirimkan surat yang berisi nasihat untuk para penghafal Al-Qur’an.

Salah seorang pemimpin pasukan melaporkan bahwa di pihaknya ada 300 orang lebih yang hafal Al-Qur’an. Setelah menerima surat itu, Umar bin Khattab mengirimkan surat yang berisi nasihat untuk para penghafal Al-Qur’an. Pertama-tama Umar mengingatkan bahwa Al-Qur’an merupakan pahala, kehormatan, dan simpanan bagi para penghafalnya.

Oleh karenanya para penghafal diminta untuk mengikuti Al-Qur’an, bukan malah sebaliknya Al-Qur’an mengikuti mereka. Karena, mereka yang mengikuti Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan membawanya masuk ke dalam surga. Sementara mereka yang diikuti Al-Qur’an, maka Al-Qur’an sendiri akan melemparkannya ke dalam neraka. “Jika engkau bisa, jadikanlah Al-Qur’an sebagai temanmu, dan jangan sampai ia menjadi musuhmu.” Sebab, barang siapa yang menjadikan Al-Qur’an temannya, niscaya ia masuk surga. Dan barangsiapa dimusuhi Al-Qur’an, niscaya ia masuk neraka,” kata Umar bin Khattab dalam Hayatush Shahabah (Syekh Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi, 2019).

Umar bin Khattab mengatakan bahwa Al-Qur’an sumber petunjuk dan bunga ilmu. Kata Umar, Al-Qur’an adalah Kitab yang paling dekat dengan Allah. Oleh sebab itu, Allah membuka mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang tertutup dengan Al-Qur’an. Dia melanjutkan, siapa saja yang bangun pada malam hari dan kemudian bersiwak, berwudhu, bertakbir, dan membaca Al-Qur’an, maka malaikat akan meletakkan mulutnya dalam mulut orang tersebut dan berkata, “Bacalah. Bacalah. Engkau telah harum dan Al-Qur’an juga harum bagimu.”

Amirul Mukminin juga mengingatkan, membaca Al-Qur’an dalam shalat merupakan harta yang terpendam dan kebaikan yang tersembunyi. Oleh karena itu, dia meminta kepada pasukannya –dan umat Islam– untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an merupakan hujjah yang memberatkan atau meringankan. “Karena itu, muliakanlah Al-Qur’an dan jangan rendahkan. Sebab, Allah memuliakan orang yang memuliakan Al-Qur’an dan merendahkan orang yang merendahkan Al-Qur’an,” ujarnya.

“Ketahuilah bahwa barangsiapa membaca Al-Qur’an, menghafal, dan mengamalkannya serta mengikuti apa yang dikandungnya, ia memiliki doa yang mustajab di sisi Allah. Jika Dia menghendaki maka pahala doa tersebut di dunia. Jika tidak, doa tersebut menjadi simpanan baginya di akhirat,” lanjut Umar.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, perbuatan-perbuatan dan dari hawa nafsu yang mungkar.” (HR Tirmidzi) []

Tags: Al Qur'anTakwa
Share129Tweet81Send
Previous Post

DPRD Bekasi Dorong Perbaikan Mutu Pendidikan Pesantren

Next Post

Gempa 7,8 di Turki dan Suriah: Ratusan Orang Tewas

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor sebelum kehabisan.📖 Edisi Juli ✅
📖 Edisi Agustus ✅
📖 Edisi September 🔜🔥 Jangan sampai orang lain sudah punya, sementara Anda kehabisan.📲 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah#100tahungontor #majalahgontor #gontornews #gontormendunia #unidagontor #mediaperekatumat #koleksibersejarah #edisikhusus #pesansekarang #jangansampaikehabisan
  • Stok terbatas!
Sudah punya Edisi Agustus?Edisi spesial ini mengupas perjalanan UNIDA Gontor Mendunia dan hanya hadir dalam rangka 100 Tahun Gontor.Banyak yang sudah memesan. Jangan sampai Anda tertinggal.Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #unidagontor #majalahgontor #gontornews
  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result