Teheran, Gontornews–Pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Khamanei melarang mantan presiden Iran Mahmod Ahmadinejad maju dalam pemilu presiden. Iran akan menggelar pemilu presiden pada bulan Mei tahun depan.
Meskipun Ahmadinejad tak mengumumkan secara resmi rencananya maju dalam pilpres Iran namun ia sudah mulai membuat pidato yang memunculkan harapan publik Iran yang pernah ia pimpin selama dua periode tahun 2005 dan 2009.
Tapi instruksi Ali Khamenei yang dilaporkan oleh kantor berita negara IRNA efektif menghancurkan peluangnya untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas di Iran.
“Dia (Ahmadinejad) datang kepada saya dan saya mengatakan kepadanya untuk tidak maju karena saya pikir itu tidak dalam kepentingan negara,” kata Khamenei seperti dikutip Saudi gazette (27/9).
Larangan Khamenei ini efektif akan menghilangkan penantang utama incumbent Hassan Ruhani yang masih dimungkinkan maju pada pemilu tahun depan.
“Ini akan membuat lawan bipolar dan divisi di negara yang saya percaya adalah berbahaya,” Khamenei beralasan.
Selama ini popularitas Ruhani melonjak setelah kesepakatan tahun lalu dengan kekuatan dunia yang mengangkat sebagian sanksi terhadap Iran dalam pertukaran untuk pembatasan pada program nuklirnya. Sementara pesaing potensial lainnya, Pengawal Revolusi Panglima Qassem Soleimani, juga mengatakan tidak akan maju dalam pemilihan presiden Iran.
Sebenarnya kesempatan Ahmadinejad maju dalam pilpres masih terbuka luas. Pasalnya, hukum di Iran tidak melarang seorang presiden maju lagi dalam pilpres asalkan tidak menjabat ketiga berturut-turut. Ahmadinejad memiliki kesempatan itu karena sudah ada satu periode Ruhani.
Ahmadinejad pertama kali terpilih sebagai presiden pada tahun 2005 dan menang sengketa dalam pemilu 2009 yang memicu protes terbesar di Iran. Kemenangannya juga sempat diwarnai tindakan keras keamanan di mana beberapa orang tewas dan ratusan lainnya ditangkap.
Selama memimpin Iran, Ahmadinejad sering membuat marah Barat karena kebijakan program nuklir Iran dan keberaniannya melawan dominasi barat atas senjata nuklir di dunia. [ahmad muhajir]





















