pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 3 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

KNKS: Mengakselerasi Keuangan Syariah untuk Kemajuan Pembangunan Indonesia

Oleh Dedi Junaedi, Wartawan Majalah Gontor dan Gontornews dan Dosen Ekonomi Syariah IAI-N Laa Roiba

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
7 years ago
in Ekonomi
0
KNKS: Mengakselerasi Keuangan Syariah untuk Kemajuan Pembangunan Indonesia

Dalam lima tahun ke depan, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) memiliki target meningkatkan aset perbankan syariah mencapai Rp 2.000 trlyun. ”Kami sedang mencari bentuk paling tepat untuk intervensi  agar industri keuangan syariah berkembang pesat.” ungkap Direktur Eksekutif KNKS, Ventje Rahardjo Soedigno dalam acara Closing Bell CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (31/10).

Menurut Ventje, industri keuangan syariah masih terbilang muda, bahkan temasuk infant industry, sehingga sulit bersaing dengan industri konvensional.  Agar tumbuh dan berkembang baik perlu intervensi kebijakan.  ”Intervensinya seperti apa? KNKS sedang mempertimbangkan dengan pemikiran mendalam agar dapat merumuskan kebijakannya secara baik dan tepat sasaran,’’ tambahnya.

Ventje Rahardjo tidak menampik kemungkinam Indonesia mengambil Malaysia sebagai benchmark dalam pengembangan  industri keuangan syariah.  Yang pasti, KNKS ingin aset industri keuangan syariah meningkat tajam dari sekitar 500 trilyun sekarang menjadi 2.000 trilyun dalam lima tahun ke depan.  Atau sekitar 25% dari aset perbankan nasional pada 2019 yang mencapai 8.000 trilyun.





Direktur Eksekutif KNKS menjelaskan, industri syariah di Malaysia berkembang baik antara lain karena mereka memiliki Employment Provider Fund (EPF) untuk membantu penciptaan lapangan kerja dan kebijakan tax holiday 10 tahun sebagai insentif pengembangan industry sekuritas dan pasar modal syariah di sana.

BACA JUGA

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

Darussalam Global Charity Resmi Berstatus LAZ Nasional

BI-Kemenag-UNIDA Gontor Gelar Sekolah Wakaf

***

Sejatinya, industri keuangan syariah telah cukup lama hadir di Indonesia. Bank Muamalat Indonesia (BMI), sebagai bank syariah pertama di Tanah Air, misalnya, lahir tahun 1991.  Sayang, perkembangannya belum sesuai harapan. Selama dua dasawarsa lebih marketshare  keuangan syariah Indonesia masih relatif kecil, hanya sekitar 5%.



Pada tahun 2016,  pasar keuangan syariah Indonesia baru mencapai 5,3 persen terhadap industri perbankan nasional (Bappenas, 2017).  Bahkan, hingga pertengahan tahun 2019, angkanya belum mencapai 6%. Capaian ini berada jauh di bawah negara-negara lainnya, seperti Arab Saudi yang mencapai 51,1 persen, Malaysia 23,8 persen, dan Uni Emirat Arab (UEA) 19,6 persen.

Cukup memprihatinkan, selama berpuluh-puluh tahun, industri ekonomi dan keuangan syariah berkembang lambat, jauh di bawah potensinya. Bayangkan, penduduk Indonesia sudah mencapai 266,91 juta jiwa (BPS, 2019), dimana sekitar 85 persen  di antaranya adalah Muslim. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia sesungguhnya  sangat berpotensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, terutama untuk mendukung pendanaan prioritas-prioritas pembangunan, seperti proyek-proyek infrastuktur, pendidikan, dan pertanian.

Berangkat dari keprihatinan dan komitmen untuk melakukan perbaikan, Pemerintah Indonesia membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) melalui Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah. Komite yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo ini bertujuan mengembangkan potensi sekaligus menjawab tantangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia.

“Pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) adalah wujud komitmen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia secara serius dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Bappenas, sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) saat itu.

Berdiri 6 Agustus 2016, KNKS  baru diluncurkan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (27/7/2017), dengan amanat untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan. KNKS juga berperan menyamakan persepsi dan mewujudkan sinergi antara para regulator, pemerintah, dan industri keuangan syariah. Semuanya tak lain demi menciptakan sistem keuangan syariah yang selaras dan progresif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

KNKS diberi tugas mendorong peran jasa keuangan syariah dalam kegiatan sektor riil dari ekonomi syariah, seperti pembiayaan syariah untuk industri pariwisata  ramah Muslim. KNKS juga diamanatkan untuk mewujudkan keuangan dan ekonomi syariah yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“KNKS harus bisa menjawab tantangan pembangunan maupun ekonomi terkini, misalnya ada isu tentang ketimpangan pendapatan, maka akan didorong dulu bagaimana kontibusi ekonomi syariah terhadap penanganan masalah ketimpangan tersebut,”  jelas Bambang.

KNKS bertugas mengawal agenda dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) yang telah diluncurkan pemerintah Indonesia di sela acara World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016 di Jakarta. Masterplan AKSI berisi kajian dan rekomendasi strategi untuk memperbaiki industri keuangan syariah di bidang perbankan, pasar modal, lembaga keuangan nonbank, dan dana sosial keagamaan yang meliputi dana haji, zakat, dan wakaf.

Perbaikan tersebut menyangkut permodalan, sumber daya manusia, tata kelola, perlindungan konsumen, teknologi informasi, sosialisasi dan sistem jaring pengaman. Masterplan AKSI fokus untuk menjadikan keuangan syariah sebagai kekuatan nyata bagi Indonesia. Ini, menurut Bambang Brodjonegoro, bisa dilakukan dengan memanfaatkan dinamika ekonomi untuk mencapai tujuan pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025.

Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Halim Alamsyah mengatakan, KNKS bertugas untuk mempercepat, memperluas dan memajukan perkembangan keuangan syariah dalam mendukung ekonomi nasional. Di dalamnya pun akan ada Dewan Pengarah yang beranggotakan 10 pimpinan dari unsur pemerintah dan otoritas terkait.

“Lembaga yang terlibat di KNKS di antaranya Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Kementerian Agama, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Ketua Komisioner OJK, Gubernur BI, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan dan Ketua Majelis Ulama Indonesia. Tugas-tugas KNKS selanjutnya akan dilaksanakan oleh manajemen eksekutif,” ujarnya.

Lalu, apa fungsi dari KNKS? Bambang Brodjonegoro yang kini menjabat Menristek RI memaparkan, fungsi KNKS di antaranya adalah memberikan rekomendasi kepada pemberi kebijakan, mengoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan arah servis sektor keuangan syariah, serta memberikan rekomendasi penyelesaian atas masalah di keuangan syariah.

KNKS juga harus mampu mengatasi masalah ekonomi terkini. Di sisi lain, IAEI pun menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai mitra strategis KNKS dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia.

“Kami ingin apa yang kami kerjakan mempunyai manfaat besar, manfaat untuk umat. Karena mayoritas rakyat Indonesia adalah Muslim, maka kalau kita berkontribusi untuk umat, maka secara otomatis kita juga berkontribusi untuk Negara,” tegas Bambang.

***

KNKS merupakan lembaga yang berfungsi sebagai katalisator perkembangan keuangan syariah dalam skala nasional maupun internasional. KNKS diamanahkan juga untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Secara organisasi, KNKS dipimpin Presiden RI sebagai Ketua dan Wakil Presiden RI sebagai Wakil Ketua. Keduanya membawahi Dewan Pengarah yang terdiri dari Menko Perekonomian, Menteri keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Menteri Agama, Menteri BUMN, Ketua Dewan Komisioner LPS, Menteri Koperasi dan UKM, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara operasional, KNKS ditangani Manajemen Eksekutif yang terdiri Direktur Eksekutif, Ventje Rahardjo Soedigno, dan lima Direktur Bidang, yaitu: Direktur Bidang Inovasi Produk, Pendalaman Pasar & Pengembangan Infrastruktur Sistem Keuangan, Ronald Rulindo, Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan & Keuangan Mikro Syariah, Ahmad Juwaini, Direktur Bidang Pendidikan & Riset Keuangan Syariah, Sutan Emir Hidayat, Direktur Bidang Pengembangan Ekonomi Syariah & Industri Halal, Afdhal Aliasar, serta Direktur Bidang Hubungan Eksternal, Promosi dan Hukum, Taufik Hidayat.  [Dedi Junaedi]

Tags: AkselerasiIndonesiaKeuangan SyariahKNKS
Share70Tweet44Send
Previous Post

Indonesia Siap Membantu Upaya Perdamaian di Palestina dan Rakhine

Next Post

Perwakilan 15 Negara Hadiri Konferensi Internasional PAUD

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

UNIDA Gontor Selenggarakan Pelatihan Sinematografi

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
umroh marbot bogor khadim wisata

Pemda Bogor Berangkatkan 103 Marbot dan Satgas Umrah via Khadim Wisata

0
PP IKPM Gontor Gelar Pelatihan Fiqih Jenazah Bersama PC IKPM Gontor Ponorogo dan FKTMD

PP IKPM Gontor Gelar Pelatihan Fiqih Jenazah Bersama PC IKPM Gontor Ponorogo dan FKTMD

0
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

0
Pendidikan Usia Dini Tingkatkan Kepekaan Sosial

Jangan Durhaka pada Orang Tua!

0
Vespa, Sarung, dan Ziarah: Mahasiswa Unisma Peringati Hari Santri lewat Riding Religi

Vespa, Sarung, dan Ziarah: Mahasiswa Unisma Peringati Hari Santri lewat Riding Religi

0
Apel Tahunan Baitul Arqom Jember Undang KH Anang Rikza dan Dr Mariman Darto

Apel Tahunan Baitul Arqom Jember Undang KH Anang Rikza dan Dr Mariman Darto

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026
umroh marbot bogor khadim wisata

Pemda Bogor Berangkatkan 103 Marbot dan Satgas Umrah via Khadim Wisata

2 November 2026
PP IKPM Gontor Gelar Pelatihan Fiqih Jenazah Bersama PC IKPM Gontor Ponorogo dan FKTMD

PP IKPM Gontor Gelar Pelatihan Fiqih Jenazah Bersama PC IKPM Gontor Ponorogo dan FKTMD

2 November 2026
Pendidikan Usia Dini Tingkatkan Kepekaan Sosial

Jangan Durhaka pada Orang Tua!

2 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result