London, Gontornews — Sebuah konferensi yang membahas ketegangan politik di Arab Saudi pascapenangkapan besar-besaran para terduga pelaku korupsi digelar di London, Inggris.
Acara sehari penuh ini diselenggarakan oleh Middle East Monitor, sebuah organisasi non-profit pemantauan pers, dan akan berlangsung pada hari Sabtu di London, mempertemukan para akademisi, jurnalis dan politisi.
Pembicara utama konferensi ini termasuk mantan pemimpin Partai Liberal Demokrat Inggris, Paddy Ashdown, dan Jack Straw, mantan menteri luar negeri dan juga menteri dalam negeri Inggris.
“Krisis di Arab Saudi: Perang, Suksesi dan Masa Depan” muncul saat kerajaan tersebut mengalami ketegangan politik setelah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mencopot jabatan keponakannya, Mohammed bin Nayef, sebagai putra mahkota Arab Saudi dan mengangkat anaknya sendiri, Mohammed bin Salman, sebagai putra mahkota.
“Berlalulah sudah hari-hari ketika Kerajaan itu merupakan oasis ketenangan dan stabilitas,” kata pengantar konferensi tersebut sebagaimana dikutip Aljazeera.
“Saat ini, negara ini diliputi oleh kombinasi masalah dalam dan luar negeri yang, jika salah penanganan, akan menimbulkan konsekuensi yang mengerikan.”
Pada sesi pertama, panelis termasuk Dr Madawi Al-Rasheed, seorang akademisi dan profesor tamu dari Saudi di London School of Economics (LSE) Middle East Center, akan membahas “Terbentuknya Kerajaan, dan Bagaimana Kita Sampai di Sini”.
Sesi ini dimoderatori oleh mantan anggota Partai Buruh, Clare Short.
Diskusi panel ini melihat terjadinya paradoks pelanggaran hak asasi manusia karena pemerintah ingin mempromosikan liberalisasi di dalam kerajaan. [Rusdiono Mukri]



















