Jakarta, Gontornews — Menjelang pergantian tahun, sebuah prestasi membanggakan ditrorehkan militer Indonesia, Kontingen TNI AD berhasil tampil dominan dengan menyabet gelar Juara Umum dalam kejuaraan menembak AARM (ASEAN Armies Rifle Meet) 2016.
Dengan keberhasilan tahun 2016, Indonesia total telah menjuarai AARM sebanyak 11 kali dari 26 kali penyelenggaraan sejak tahun 1991. Kompetisi tahunan regional Asia Tenggara ini juga bertujuan untuk mengembangkan dan memperkuat hubungan antara tentara dari berbagai negara di ASEAN.
‘’Pretasi para prajurit TNI AD itu sungguh membanggakan. Ini layak diapresiasi. Kami bangga. Terima kasih atas sumbangsihnya mengharumkan Indonesia,’’ ungkap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam silaturahmi di Segara Ballroom Hotel Dharmawangsa Jakarta, Rabu, (14 /12).
Pada kesempata itu, Panglima TNI juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pihak PT Pindad yang telah mendukung kesiapsiagaan prajurit TNI melalui produk-produk senjatanya yang andal. “Prestasi prajurit TNI AD di AARM 2016 ini menunjukkan adanya penguasaan skill, persenjataan, dan amunisi yang baik. Saya bangga mereka juara dengan menggunakan karaben, senapan serbu, dan munisi produk Pindad. Ini pembuktian karya anak negeri tidak kalah kualitas dan performanya dibandingkan produk asing,” jelas Gatot Nurmantyo.
Meraih 50 Medali
Kontingen Indonesia, diwakili prajurit TNI AD, menjadi juara umum pada lomba tembak AARM 2016. Dalam kompetisi yang berlangsung di Filipina, 21 November – 7 Desember 2016, Indonesia berhasil meraih 50 medali (21 emas, 15 perak, 14 perunggu) dan 6 piala.
Dalam kompetisi tahunan regional Asia Tenggara itu, tim Indonesia tampil dominan. Boleh dikatakan meraji hampir di semua katagori lomba. Mulai dari materi tembak senapan, tembak pistol kategori pria dan wanita, tembak senapan otomatis, serta karaben. Kejuaraan ini rutin diikuti oleh 10 negara ASEAN, yaitu: Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapura, Vietnam, Brunei, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja.
Direktur Utama Pindad, Abraham Mose, menambahkan dalam AARM 2016 ini Kontingen TNI AD menggunakan senjata SS2-V2 HB untuk kelas karaben dan SS2-V4 HB untuk kelas senapan dan munisi dari Pindad. “Senjata dan munisi ini kami kembangkan berdasarkan masukan, kritik, dan saran dari jajaran pengguna. Khususnya kalangan TNI AD. Mulai dari KSAD Jenderal TNI Mulyono, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan para pengampu kebijakan di Kementerian Pertahanan, KKIP, dan Kementerian BUMN. Jadi boleh dibilang senjata dan munisi ini karya kita bersama untuk bangsa,” ujarnya.
Dirut Pindad mengapresiasi prestasi prajurit TNI AD yang kembali menjuarai lomba tembak bergengsi tingkat internasional dengan menggunakan produk dalam negeri. “Saya mengapresiasi setingi-tingginya kontingen TNI AD yang berhasil meraih juara umum AARM 2016 dengan menggunakan senjata dan munisi buatan Pindad dalam materi tembak senapan dan karaben,” tutur Abraham.
“Sekali lagi ini membuktikan bahwa produk buatan dalam negeri bisa bersaing dan Berjaya di lomba tembak internasional. Ke depannya, kami berharap kualitas produk Pindad semakin meningkat dan lebih baik lagi sehingga semua senjata dan munisi kontingen Indonesia menggunakan buatan Pindad,” lanjut Abraham.
Senjata Pindad
Untuk diketahui, SS2-V2 HB dan SS2-V4 HB sudah diproduksi Pindad sejak tahun 2006. Keduanya diproduksi dengan memperhatikan berbagai kritik dan saran terkait kualitas, rancang bangun dan material. “Kami himpun dari grass root, yakni para prajurit pengguna senjata dan pembina teknis, serta jajaran pimpinan TNI AD,” jelas Abraham.
Dalam Indo Defence 2016 belum lama ini, KSAD juga memberikan arahan agar kelak Pindad fokus mengembangkan SS2-V2 HB dan SS2-V4 HB. “Jajaran TNI AD akan melakukan proses standardisasi senjata organik dengan dua jenis produk Pindad. Ini merupakan apresiasi, sekaligus tantangan bagi jajaran kami untuk dapat memenuhi amanah dan arahan tersebut,” tambah Dirut Pindad.
SS2-V2 HB merupakan senjata karaben dengan panjang laras 40,3 cm dan daya jelajah akurat hingga 300 m, sementara laras SS2-V4 HB sepanjang 50 cm dengan daya jelajah 600 m. Kedua jenis senjata ini menggunakan munisi 5.56mm. Di samping senjata organik ini, Pindad juga memroduksi senapan khusus seperti SS2 V7 subsonic, sniper SPR-3 kaliber 7,62mm dan sniper SPR-2 kaliber 12,7mm, serta pistol G2 kaliber 9mm. [Dedi Junaedi]



















