Kurashaki, Gontornews β Cuaca ekstrem di Jepang masih menghantui sejumlah warga. Terakhir, setidaknya 81 orang dikabarkan tewas akibat hujan lebat serta tanah longsor di Jepang Barat, Ahad (8/7). Selain korban tewas, setidaknya puluhan warga hilang dan lebih dari 2.000 orang mengungsi ke kota Kurashiki.
Akibat bencan aini, pemerintah memerintahkan instansi terkait untuk mengevakuasi setidaknya 2 juta orang serta memberikan peringatan ancaman longsor di berbagai daerah. Khusus di Jepang Barat, pelayanan darurat bencana serta sejumlah personel militer dkerahkan demi menyelamatkan orang-orang yang terhanyut di sungai dan terjebak di bangunan seperti di rumah sakit.
Rumah sakit Mabi Memorial menjadi salah satu yang terisolasi akibat bencana ini. Sebagian besar pasien masih menggunakan piyama sedang 90 lainnya masih terlantar.
βSaya sangat berterima kasih kepada tim penyelamat,β kata seorang pasien berusia 79 tahun, Shigeyuki Asano sebagaimana dilansir Reuters.
βSaya merasa sangat lega setelah terbebas dari tempat gelap berbau tidak sedap,β tambah Asano yang menghabiskan malam tanpa listrik dan lampu.
Menurut laporan yang dirilis dari Fire and Disaster Management Agency menyebut setidaknya 81 orang tewas dan 58 warga dikabarkan hilang. Lebih lanjut, Badan Meteorologi Jepang mengatakan hujan deras yang turun di sebagian besar wilayah Jepang dalam intensitas waktu yang panjang telah menybabkan longsor dan meluapnya aliran sungai.
βini adalah situasi ekstrem yang berbahaya,β ungkap seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang.
Akibat bencana ini pula, Pemerintah Jepang menginstruksikan pihak-pihak terkait untuk mendirikan pusat manajemen darurat di kantor Perdana Menteri serta menyiapkan 54.000 regu penyelamat yang dikirim untuk menyisir wilayah Barat serta Barat Daya Jepang.
βMasih banyak orang yang hilang serta mereka yang membutuhkan bantuan. Kami bekerja melawan waktu,β kata Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. [Mohamad Deny Irawan]


















