Jakarta, Gontornews — Sedikitnya 56 orang tewas setelah gempa bumi melanda Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada hari Jumat (15/1). Demikian diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Ahad (17/1), seperti dilansir Arabnews.com.
Selain korban tewas, lebih dari 820 orang terluka dan sekitar 15.000 orang mengungsi, meninggalkan rumah mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richter. Sebagian mencari tempat aman di pegunungan, sementara yang lain mengungsi ke pusat-pusat penampungan yang sempit.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan gempa lain di wilayah itu berpotensi memicu tsunami.
Terletak di wilayah Cincin Api Pasifik, Sulawesi sering dilanda gempa bumi. Pada tahun 2018, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang menghancurkan dan tsunami melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, menewaskan ribuan orang.
Laman Arabnews.com menyebutkan, hanya dua pekan memasuki tahun baru, Indonesia kembali menghadapi sejumlah bencana.
Banjir di Sulawesi Utara dan Provinsi Kalimantan Selatan masing-masing sedikitnya telah menewaskan lima orang. Sementara tanah longsor di Provinsi Jawa Barat menewaskan sedikitnya 28 orang, kata pihak berwenang.
Pada 9 Januari, sebuah pesawat Sriwijaya Air jatuh ke Laut Jawa dengan 62 penumpang dan kru tewas.
Sementara itu Gunung Semeru di Jawa Timur meletus pada Sabtu malam, tetapi belum ada laporan korban jiwa atau evakuasi. []





















