Seoul, Gontornews — Otoritas kesehatan Korea Selatan, Kamis (10/12), membangun tempat tidur darurat demi mengatasi permasalahan ketersediaan kasur rumah sakit. Mereka bahkan menjadikan kontainer sebagai kamar tidur darurat bagi pasien Covid-19 yang terkonfirmasi.
Kebangkitan infeksi Covid-19 untuk ketiga kalinya di Korea Selatan mengkhawatirkan otoritas kesehatan terkait ketersediaan tempat tidur rumah sakit. Pemerintah Kota Seoul, ibu kota Korea Selatan, bahkan mulai memasang tempat tidur kontainer untuk pertama kalinya sejak pandemi bemula.
Untuk tahap pertama, pemerintah Seoul berencana untuk meningkatkan pengujian di 150 lokasi. “Kami berada dalam situasi kritis dimana upaya anti-virus dan kapasitas sistem medis kami telah mencapai batasnya beberapa saat lagi,” kata Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung-hoo, kepada Reuters.
“Di atas segalanya, kami akan mengamankan pusat perawatan dan tempat tidur rumah sakit yang memadai untuk kasus-kasus kritis sehingga mereka dapat menerima perawatan yang tepat pada waktu yang tepat,” imbuhnya.
Kota Seoul yang memiliki 10 juta warga melaporkan bahwa ketersediaan fasilitas tempat tidur rumah sakit hanya tersisa 3 Persen untuk kasus fatal dan 17 persen untuk semua pasien.
Pada Kamis (10/12), Korea Selatan melaporkan 682 kasus infeksi setelah sehari sebelumnya mengonfirmasi 686 kasus. Angka terakhir merupakan yang tertinggi untuk kasus Covid-19 tertinggi yang pernah terkonfirmasi sejak konfirmasi kasus pertama pada Januari 2020 silam.
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, telah memerintahkan jajarannya untuk membeli lebih banyak vaksin Covid-19. Mereka, lanjut Moon, telah mengumumkan kesepakatan dengan empat produsen vaksin global bagi 44 juta orang atau 60 persen total populasi negara.
Sejauh ini, Korea Selatan melaporkan 40.098 kasus dengan 564 kematian yang terkonfirmasi. [Mohamad Deny Irawan]






















