Bled, Gontornews – Wakil Perdana Menteri Kosovo, Enver Hoxhaj, memastikan telah terjadi kesepakatan dengan Serbia perihal masuknya Kosovo sebagai bagian dari Uni Eropa paling lambat musim semi mendatang.
“Saya pikir, pada akhir tahun atau musim semi berikutnya akan terjadi,” kata Hoxhaj di sela-sela pertemuan politik dan bisnis di Alpine Bled, Slovenia, Selasa (11/9) sebagaimana dilansir Reuters.
Kosovo sendiri merupakan negara Muslim di Eropa yang baru merdeka setelah sebelumnya merupakan bagian dari Serbia pada tahun 2008. Namun, Serbia enggan mengakui kemerdekaan Kosovo dan menganggap bahwa Kosovo masih merupakan bagian dari Serbia. Akibatnya, sejak tahun itu, hubungan kedua negara mengalami ketegangan.
Salah satu persyaratan agar Kosovo menjadi salah satu anggota Uni Eropa adalah pengakuan yang diperoleh dari Serbia. Uni Eropa sempat mengadakan dialog antara kedua negara namun tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
Lebih lanjut, Hoxhaj mengakui tidak ada kesepakatan lain yang akan ditandantangani oleh kedua negara selain kesepakatan pengakuan tentang kedaulatan Kosovo.
“Kami tidak bisa menandatangani kesepakatan lain.”
“Presiden Serbia Aleksandar Vucic adalah orang terakhir di Serbia yang bisa kami percayai,” tambah Hoxhaj.
Hoxhaj yakin bahwa kesepakatan berbasis kepercayaan antara kedua negara akan semakin terjalin seiring dengan masih berjalannya proses negosiasi di beberapa bidang. Salah satu negosiasi yang masih berlangsung adalah tentang kemungkinan pertukaran lahan antara kedua negara.
“Kami masih berada di tahap awal negosiasi,” pungkas Hoxhaj saat ditanya tentang rincian pertukaran lahan antara kedua negara. [Mohamad Deny Irawan]






















