Bima, Gontornews – Penanganan darurat pasca banjir besar di Kota Bima terus dilakukan oleh Pemerintah dan unsur lainnya. Tanggap darurat masih ditetapkan oleh Walikota Bima hingga Kamis (5/1) mendatang. Aktivitas masyarakat sudah kembali normal.
Ketua BNPB, Willem Rampangilei, menyebut bahwa kerugian akibat banjir di Bima ditaksir lebih dari 1 Triliyun Rupiah. Rampangilei juga menyampaikan bahwa Presiden telah memerintahkan agar seluruh kebutuhan masyarakat segera dipenuhi dalam watu yang singkat.
“Sesuai perintah Bapak Presiden RI agar semua kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan cepat. Fasilitas publik harus segera berfungsi. Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir juga harus dipercepat. Dampak ekonomi yang ditimbulkan banjir lebih dari Rp 1 trilyun,β ungkap kepala BNPB, Willem Rampangilei sebagaimana dilansir laman bnpb.go.id
βUntuk itu pemulihannya harus dilakukan bersama kementerian, lembaga, pemda, dunia usaha dan partisipasi masyarakat. Hari ini (28/12/2016) Bapak Wakil Presiden berkunjung ke lokasi bencana. Akan saya laporkan semua kemajuan penanganan serta upaya ke depan,” tambahnya.
Penanganan pengungsi banjir di Bima semakin membaik. Layanan listrik di Kota Bima sudah 99,5 persen menyala, 11 dari 12 gardu listrik yang mati sudah berhasil dinyalakan oleh PLN. Hanya satu gardu di Kapanta Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae yang belum menyala karena longsor.
Layanan kesehatan juga sudah membaik dimana RSU PKU Muhammadiyah dan RS di STIKES sudah kembali beroperasi. TNI juga ikut membantu dengan menambah pelayanan kesehatan dengan membangun rumah sakit lapangan di Conventional Hall, Kota Bima yang didukung 80 petugas medis dan 205 personil serbaguna.
Begitu juga dengan Jalan-jalan protokol sudah bersih dari genangan dan lumpur. Pembersihan sejumlah jalan protokol tersebut dibantu oleh 650 personil dari TNI, Polri dan relawan. Untuk mempercepat pembersihan jalan-jalan protokol, posko mengerahkan 70 truk, 5 alat berat, peralatan kebersihan untuk mengangkut sampah.
Pembersihan sekolah juga sudah mencapai 50 persen. BNPB kota Bima menargetkan semua sekolah di Bima bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, Selasa (3/1).
Jumlah pengungsi sudah menurun menjadi 6.900 jiwa yang tersebar di 33 titik. Sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing. Untuk melayani pengungsi dapur umum sudah bertambah menjadi 17 titik dengan kapasitas masak 21.700 bungkus per hari.
Kepala BNPB, Willem Rampangilei yang berada di lokasi bencana, mengkoordinir penanganan bencana. Potensi nasional terus memperkuat Pemda dalam penanganan bencana.
Meski keadaan di Kota Bima pasca bencana Banjir berangsur pulih, BNPB mengingatkan kembali kepada masyarakat Bima agar mewaspadai potensi banjir saat meningkatnya curah hujan di bulan Januari. Mohamad Deny Irawan





















