Washington, Gontornews — Badan cuaca nasional Amerika Serikat mengeluarkan peringatan udara tidak sehat kepada warganya. Peringatan ini muncul seiring dengan bencana asap dari kebakaran hutan di Kanada yang diperkirakan akan berlanjut hingga beberapa hari mendatang.
“(Kondisi) ini mungkin akan bertahan setidaknya untuk beberapa hari ke depan,” kata ahli meteorologi National Weather Services, Bryan Ramsey, sebagaimana dilansir Anadolu.
Ramsey menambahkan situasi tidak menguntungkan ini akan terus berlanjut kecuali jika terjadi pergeseran arah angin atau pemadaman kebakaran hutan berhasil. Tetapi, melihat ukuran dan intensitas kebakaran, ia memprediksi bencana asap di Amerika Serikat akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.
Asap dari kebakaran hutan di Kanada berdampak buruk bagi jutaan warga di Kanada dan East Cost di Amerika Serikat.
Walikota Washington DC, Muriel Browser, telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk tidak memperbolehkan siswa keluar ruangan selama istirahat serta membatalkan kegiatna olahraga di luar ruangan.
Selain Washington, pejabat kota Philadephia, Pennsylvania juga mengambil langkah serupa dengan membangun tempat perlindungan bagi tuna wisma yang berisiko terkena dampak asap. Pun dengan Gubernur New York, Kathy Houchul yang menyebut krisis darurat untuk menggambarkan kualitas udara di wilayahnya yang terus memburuk.
Pada Rabu (07/06/2023), indeks kualitas udara di New York mencapai level 400 dari 50 poin yang menggambarkan indeks kualitas udara ideal.
Beberapa negara bagian Kanada melaporkan lebih dari 400 titik kebakaran hutan dalam beberapa pekan terakhir. Bencana ini mengakibatkan 20.000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebagai langkah antisipasi, Amerika Serikat telah mengirimkan 600 petugas pemadam kebakaran dan sejumlah peralatan untuk membantu bencana kebakaran hutan di Kanada. [Mohamad Deny Irawan]























