Oregon, Gontornews — Sebuah penelitian etimologi tentang tubuh serangga penghisap darah dan kutu yang diawetkan menjelaskan bahwa serangga penghisap darah juga menyebarkan mikroorganisme penyakit seperti malaria, leishmaniasis dan beberapa penyakit lainnya.
Pakar etimologi dari Oregon State University, George Poinar, menemukan bahwa dari serangga penghisap darah dan kutu, yang berhasil diawetkan oleh penelitian Amber, ditemukan bukti kandungan Artropoda hematophagous yang membawa patogen dan parasit yang ikut terawetkan dan teridentifikasi.
“Evolusi vetebrata penghisap darah merupakan cara yang efisien bagi serangga dan Acarine untuk mendapatkan protein untuk tumbuh dan bereproduksi,” ungkap Profesor Emeritus di College of Science, George Poinar sebagaimana dilansir Science Daily.
“Kemungkinan besar, nyamuk primitif dan vektor arthropoda lain yang ada di era dinosaurus juga menyebarkan patogen yang menyebabkan penularan penyakti dalam lingkup yang luas,” tambah Poinar.
Domisili asal jenis serangga penghisap darah yang diteliti oleh Poinar berasal dari Dominika, Meksiko, Baltik, Kanada dan Burma. Sedangkan usia masing-masing serangga tersebut berada sekitar 15 hingga 100 juta tahun yang lalu.
Sedangkan jenis serangga yang diteliti adalah nyamuk, lalat pasir, lalat kelelawar, lalat hitam, kutu, serangga kissing bug, hingga lalat midges. Semua jenis serangga itu, pada umumnya, membawa serta patogen, parasit maupun mikroorganisme penyebab penyakit seperti filariasis (kaki gajah), penyakit tidur (Sleeping sickness), Robles, typus hingga Lyme.
“Banyak spesies parasit penyebar malaria saat ini, dan sekrang kita mengetahui bahwa selama 100 juta tahun terakhir, malaria disebarkan oleh nyamuk, lalat midges, lalat kelelawar hingga kutu,” jelas Poinar.
Meski demikian, dalam penelitian berjudul iVertebrate pathogens vectored by ancient hematophagous arthropods dalam jurnal Historical Biology itu belum menjelaskan tentang hubungan antara parasit, serangga penghisap darah dengan periode dan lokasi kejadian.
“Fosil-fosil ini tidak cukup tua untuk memberi tahu kita kapan dan bagaimana hubungan antara vektor, patogen dan asal vertebrata,” katanya.
Akan tetapi, Poinar yakin bahwa mikroorganisme pertama dibawa oleh serangga penghisap darah. Sedangkan setelahnya, beruturut-turut jenis vektor seperti lalat dan kutu.
“Topik itu telah dan akan terus didiskusikan selama bertahun-tahun mendatang,” pungkas Poinar. [Mohamad Deny Irawan]






















